banner

Cikembar Jadi Bandara

darikita 3 Agustus 2018
HUMAS PEMPROV JABAR FOR JABAR EKSPRES PERCEPAT PEMBANGUNAN: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan (bertopi kedua kiri) saat berbincang dengan sejumlah pejabat yang turut serta dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi, kemarin (2/8).
vertical banner

SUKABUMI – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan mendesak pemerintah pusat untuk segera membangun Bandara di Cikembar Sukabumi. Pembangunan bandara itu disinyalir dapat menyedot wisatan untuk berkunjung ke Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Apalagi sebut Iriwan, saat ini Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sudah diakui dunia. Jarak dari lokasi calon Bandara Cikembar ke Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sekitar 30 kilometer.

”Saya berharap ada percepatan Bandara, kemarin saya lihat langsung lahannya di Cikembar, ini bisa memancing lebih banyak lagi wisatawan,” ujar Iriawan saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sukabumi.

Berkait dengan tata ruang, pihaknya akan mendiskusikan dengan pemerintah setempat. Sebab menurut dia masih terdapat bangunan liar yang berdiri di kawasan menuju geopark.

”Jumlahnya (bangunan liar) di data dulu sama Pemkab Sukabumi lalu akan kita diskusikan. Lita berharap demi kebaikan Geopark semua harus mematuhi peraruran yang ada,” terangnya.

Menurut Iriawan, geodiversitybiodiversity dan culturediversity Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark sangat indah dan tidak kalah dengan geopark yang ada di negara lain. Dia terpukau dengan keindahannya dengan sempat beberapa kali berhenti dari perjalanannya menggunakan sepeda motor. Dia pun akan terus mendorong geopark ini agar terus menjadi perhatian dunia.

”Alamnya sangat indah ini peninggalan jaman purbakala yang harus dirawat.Jangan sampai predikat Unesco Global Geopark ini dicabut lagi oleh Unesco gara-gara hal sepele,” harapnya.

Di Indonesia ada empat geopark yang masuk dalam jaringan geopark dunia dan diakui oleh Unesco yaitu Ciletuh-Palabuhanratu, Rinjani, Batur dan Gunung Sewu.

Selain itu menurut Iriawan, akses jalan darat pun sudah mulus. Hal itu karena semasa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah dilakukan perbaikan besar-besaran. ”Jalan sudah bagus, ini jalan yang dulu saya ajukan ke Pak Aher saat saya jadi Kapolda Jabar,” kata Iriawan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pembangunan bandara di Sukabumi akan dimulai 2019 mendatang. Alasannya tahun ini masih proses pembebasan lahan oleh Pemkab Sukabumi. ”Pemda akan menyelesaikan pembebasan lahannya tahun ini, tahun depannya dimulai pembangunan,” ujarnya saat berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, kemarin (2/8).

Dirinya memproyeksikan pembangunan bandara membutuhkan anggaran sekitar Rp300-400 miliar. Semua pembangunan tersebut merupakan anggaran dari pemerintah pusat. ”Proses pembangunannya seluruhnya oleh pemerintah pusat. Ditargetkan bisa selesai pada 2021 atau 2022,” ucapnya.

Bahkan dirinya telah memastikan lokasi pembangunan bandara tersebut. Dalam mana lokasinya berada di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Pemilihan lokasi tersebut lantaran relatif dekat dengan ibu kota Sukabumi dan ibu kota Kabupaten Sukabumi.

”Sudah pasti di Cikembar. Sebab dekat ke Kota Sukabumi dan Palabuhanratu sebagai Ibu Kota Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Bandara di Sukabumi ini, kata Budi akan dibangun dengan panjang landasan minimal 1.800 meter. ”Di sana bisa dibangun bandara dengan panjang landasan minimal 1.800,” terangnya.

Keberadaan bandara tersebut, dapat mengembalikan kejayaam pariwisata Sukabumi. Apalagi dengan bertambahnya objek wisata Unesco Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

”Potensi wisata yang telah ada dan berkembang dan Sukabumi harus diberdayakan. Sukabumi harus menjadi tempat tujuan wisata luar biasa,” pungkasnya. (mg1/nie/ign)

Untuk Anda
Terbaru