banner

Densus Tangkap Mahasiswa

darikita 13 Januari 2016
YULI S YULIANTI/BANDUNG EKSPRES CEK SITAAN: Polisi menemukan sejumlah barang di kediaman terduga teroris AA di Cimaung, Kabupaten Bandung.
vertical banner
Setelah Densus Gerebek Dapur Yatim

darikita.com, Pengembangan kasus dugaan terorisme di Bandung Raya berlanjut. Setelah membekuk tiga orang diduga teroris, Tim Densus 88 kembali menangkap Used alias Said, 21, sekitar pukul 16.45 WIB, Senin (11/1).

Used adalah mahasiswa Jurusan Bahasa Arab yang tinggal di Jalan Inhoftank, Mohamad Toha, Kota Bandung. Dia ditangkap, setelah Tim Densus 88 menggerebeg Panti Asuhan Dapur Yatim berbasis Pesantren Tahfidz Qur’an di Kampung Kerenceng RT 06 RW 05 Desa Bojongmalaka, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung.

S, 37, salah seorang saksi sekaligus guru ngaji di Tahfidz Qur’an Dapur Yatim membenarkan penangkapan itu. Peristiwa ini terjadi setelah salat Ashar. Menurut dia, puluhan orang yang mengaku Densus 88 datang ke Dapur Yatim, namun tidak mengenakan seragam. Melainkan pakaian preman. Tidak lama kemudian membawa Used.

’’Mereka tidak berkata apa-apa. Hanya berkata, kami dari kepolisian akan menjemput Said. Kemudian, petugas membawa Said dan dimasukkan ke dalam mobil,’’ ungkap dia.

Di tempat terpisah, penggeledahan rumah yang dilakukan Tim Gabungan Densus 88, Polda Jabar, Polrestabes dan Polres Bandung merambah ke rumah diduga teroris AA, 49. Berlokasi di Kampung Los Kulalet RT 03 RW 08 Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, dan ke Perum Jagabaya Blok A1 Nomor 1, Desa Jagabaya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Dilakukan pada Minggu (10/1) sekitar pukul 21.30 sampai 00.30 WIB. AA merupakan petugas keamanan Star Energy Geothermal Ltd.

Penggeledahan tersebut dipimpin oleh Wadir Reskrimum Polda Jabar AKBP Rizky Haznul S IK. Didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Sonny S IK MH, Kapolsek Pangalengan Kompol Nanang HS S Pd, Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Wisnu Perdana Putra S IK.

Ketua RT Perum Jagabaya Tarman Edi mengatakan, kepolisian menggeledah rumah AA pada Minggu (10/1) petang. Sebelumnya, rumah tersebut dihuni oleh AA bersama istri keduanya yang bernama N, 27.

’’Mereka (tim gabungan) membawa sejumlah barang dari rumah AA. Mungkin yang ada kaitannya dengan dugaan keterlibatan AA pada kasus pengeboman malam tahun baru,’’ kata Tarman di Perumahan Jagabaya Blok A1 tersebut, Senin (11/1).

Tarman mengungkapkan AA jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Dia sibuk bekerja di Star Energy Geothermal Ltd. Sejak saat itu rumah tersebut sepi. Diduga, N pun meninggalkan rumahnya. Walaupun jarang bersosialisasi, AA terkenal sebagai orang yang ramah. ’’Saya tidak menyangka jika AA bisa ditangkap gara-gara diduga terlibat pengeboman tersebut,’’ tuturnya.

Danramil Pangalengan Kapten Inf Dadang Sudarmo mengatakan, penggeledahan oleh Densus 88 pun dilakukan di rumah AA dan istri pertamanya, YR, 41, di Kampung Loskulalet, Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, menjelang tengah malam.

Dari rumah tersebut, ditemukan di antaranya sejumlah buku, buku rekening, 2 buku pedoman bahan peledak, 12 buku panduan Islam, 13 Majalah Sabili, 26 proposal pencairan dana, satu set rangkaian elektornik, 19 lembar bukti penyetoran bank BJB, 54 buah dus HP, 19 selebaran tentang Islam, 1 buah agenda plus foto, sebuah CPU, seragam petugas keamanan, dua handphone, dan Id card petugas kemanan PT Star Energy.

Sebenarnya, kata Dadang, tidak ada kecurigaan terhadap AA sebagai satpam Geotermal. Karena itu, untuk pengamanan agar tidak ada yang diduga teroris di wilayah Pangalengan, pihaknya mengarahkan para warga dan MUI untuk antisipasi di setiap wilayah masing-masing. ’’Supaya tidak ada lagi faham kelompok-kelompok tersebut,’’ jelas dia.

Sementara itu, Dedi Kusmayadi, kakak ipar AS, seorang terduga teroris mengatakan, keluarga tidak menyangka AS dapat dikaitkan dengan peristiwa ini. Sebab, AS diam di rumah saat malam pergantian tahun. AS bahkan naik ke atas genting rumah untuk menonton pesta kembang api di Alun-alun Ciwidey sambil bermain laser dengan keponakannya.

’’Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Tidak menyangka AS bisa sampai ditangkap Densus 88,’’ kata Dedi ditemui di rumahnya di Jalan Mumunggang, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Senin (11/1).

Tidak terpikir sedikit pun AS berkaitan dengan terorisme, kata dia, AS seharian bekerja di tempat isi ulang air mineral. Jika tidak lagi kerja atau keluar memenuhi pesanan, dia tinggal di rumah.

’’AS telah bertahun-tahun bercerai dengan istrinya dan memiliki satu anak. AS tinggal dengan orang tua dan kakaknya. Sebelum memulai usaha isi ulang air mineral dengan adiknya, AS sempat berjualan kue balok,’’ jelas dia.

Dedi menjelaskan, AS ditangkap Sabtu (9/1) sore. Sebelumnya diminta ibu untuk mengunjungi keluarga di Rawabogo, sampai malam AS tidak pulang dan kami diberi tahu kalau AS ditangkap kepolisian saat magrib. Pihak keluarga pasrah dan menyerahkan prosesnya untuk ditindaklanjuti secara hukum. ’’Jika terbukti tidak terlibat dengan kasus pengeboman (malam tahun baru di Alun-alun Bandung), saya beserta keluarga minta AS segera dipulangkan dan dibersihkan nama baiknya kembali,’’ terang dia.

Pasi Intel Kodim 0618/BS Kodam III Siliwangi, Kapten Infantri Oo Suharto didampingi Komandan Unit Intel Kapten Acep Supriadin mengungkapkan, sejak dua bulan  yang lalu, terduga teroris MAS sudah menjadi target penyelidikan aparat TNI dari Kodim 0618/BS. Terlebih, intelejen Kodim mendapat laporan dari seorang wanita yang mendengar MAS akan masuk kelompok ISIS.

’’Ada seorang wanita berinisial I yang mengaku mendengar bahwa  MAS akan bergabung dengan  ISIS karena diming-iming gaji Rp 5 juta per bulan,’’ ungakap Suharto.

Terkait laporan tersebut, ucap Suharto, pihaknya kemudian melaporkan ke pimpinan dan langsung diminta melakukan pengintaian terhadap MAS. Lantaran sudah ada instruksi dari Panglima TNI tentang antisipasi teroris di wilayah.

’’Dua minggu sebelum ledakan bom mug paku di Alun-alun (Bandung), pihaknya datang ke rumah MAS dan mengambil barang bukti. Seperti, surat ajakan jihad, buku jihad, beberapa sampel seperti bahan kimia, parafin, dan serbuk-serbuk,’’ ungkap dia.

Suharto juga menjelaskan, bahan-bahan kimia tersebut sudah diambil sampelnya dan diperiksa di Dinkes Kota Bandung, Dinas Laboratorium Kota Bandung, dan BP POM Kota Bandung. Namun, belum bisa diketahui jenisnya.

Tidak diduga akan terjadi ledakan bom mug di Jalan Dalem Kaum usai pergantian malam tahun baru, Suharto pun mengaku, kembali mendatangi kembali rumah MAS. Namun sejumlah barang bukti sudah ada yang hilang. ’’Ketika kami periksa cairan kimia putih disimpan di satu jeriken sudah tidak ada,’’ ujarnya.

MAS tiba-tiba pulang ke Kota Bandung sekitar pukul 02.00 WIB usai malam pergantian tahun baru. Berdasarkan penuturan keluarga, hal itu tak biasa dilakukan MAS. Padahal, MAS pun baru saja pulang dua minggu sebelum ledakan terjadi. ’’Seluruh pendalaman yang kami lakun kemudian diserahkan ke intel Polri untuk ditindaklanjuti,’’ papar dia.

Selain itu, tutur Suharto, terduga teroris MAS aktif menyebarkan pahamnya di media sosial seperti Facebook dan Blackberry Messenger (BBM) dengan nama lain Abdullah Azzam. Ia diketahui sering berbagi cerita dalam BBM tentang agama. Termasuk memasang gambar angka 1 pada display profilnya.

’’Angka 1 ini ‎bertuliskan khalifah untuk semua umat Islam. Di antaranya‎ Tuhan mereka 1, rasul mereka 1, kiblat mereka 1, syahadah mereka 1, jihad mereka 1, negara mereka 1,’’ tuturnya.

Dari penelusuran intelejen TNI, MAS juga pernah mem-broadcast melalui BBM yang isinya mengajak ikut Syiah, sebagai ajaran yg diikutinya. Dia juga pernah mengajak salat berjamaah kepada kakak ipar di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung, setiap hari Jumat. Tapi sang kakak menolaknya. Dalam keseharian, MAS menggunakan celana setengah lutut. Bahkan, pada saat sholatpun dia menggunakan celana setengah lutut. Selama tinggal di kota Bandung, diketahui MAS memiliki KTP Jakarta yang telah habis masa berlakunya, serta Kartu Keluarga (KK).

’’Di Jakarta MAS bekerja di home industry sepatu rumahan bertempat di Kampung Bendungan Melayu RT 06/01 Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara,’’ ungkap dua.

Seperti diketahui, Tim Gabungan Densus 88 bersama dengan Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung menggeledah dan mengamankan rumah salah satu yang diduga pelaku teroris, di Jalan Mengger Girang Rt 10 Rw 8 Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kemarin (10/1) sekitar pukul 15.20.

Pelaku yang diduga teroris ini berinisial MAS, yang sebelumnya ditangkap pada 8 Januari 2016 di MAS atau AJM itu ditangkap pada 8 Januari 2016 di Jalan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja Jakarta Utara.

Wakapolda Jabar Brigjen Pol M Taufik mengungkapkan, penggeledahan merupakan hasil pengembangan dari upaya penegakan hukum terhadap ke tiga terduga teroris yang sudah ditangkap. Ketiga pelaku tersebut berinisial, MAS, AA dan AS.

Dia mengatakan, pelaku berinisial MAS lebih sering berada di Jakarta. Sebab, terduga diketahui bekerja di Jakarta dan sesekali pulang ke rumah istrinya di Jalan Mengger ini.

Di tempat terpisah, pelaku berinisial AS ditangkap di wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung. ”Pelaku berinisial AA juga ditangkap di wilayah Kabupaten Bandung pada (9/1) sekitar pukul 20.30,” kata Taufik usai penggeledahan kemarin. (yul/hen)

Untuk Anda
Terbaru