”Jika tidak bisa bersaudara dalam keimanan, tetaplah bersaudara dalam kemanusiaan. Kutipan ini menjadi dasar saya dalam bertoleransi. Kalau kita sudah bisa menerapkan filosofi ini, saya yakin tidak akan ada gontok-gontokan, tidak akan ada saling menjatuhkan,” katanya.
Emil juga mengimbau kepada semua masyarakat Kota Bandung untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam keseharianya, jangan saat beribadah saja. Terutama untuk umat muslim di Kota Bandung, karena agama Islam sendiri mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, dan hubungan antara manusia dengan manusia.
”Agama itu harus menjadi keseharian kita, jangan hanya direduksi saat beribadah. Dalam beragama itu harus menjadi kesatuan berbangsa dan bernegara. Hebatnya orang bandung itu saling tolong menolong seperti saat KAA ibu-ibu pengajian patungan untuk mengecat sepanjang jalan asia-afrika dan batu-batu dengan tulisan negara-negara yang ada disana merupakan sumbangan dari jamaat gereja yang ada di Jalan Gardujati,” imbuhnya. (fik)













