banner

Inspektorat Bantah Adanya Riksus

darikita 4 Juni 2015
vertical banner

darikita.com, KOTA BEKASI-Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Cucu Syamsudin membantah adanya pemeriksaaan khusus (riksus), atas dugan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kepala Pasar Kranji, Bekasi Barat, Juhasan Antosuseno.

“Mereka para pedagang kaki lima (PKL) dan mahasiswa sudah musyawarah, hasil musyawarahnya sudah dikirim ke Inspektorat. Kita hanya klarifikasi kepada Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) dan Kepala Pasar Kranji. Inspektorat tidk sampai riksus, terkait adanya dugaan pungli di dalam pasar,” katanya kepada KBE, Rabu (3/6).

Lanjut dia, musyawarah dihadiri kepala pasar, para pedagang dan anggota Polsek Bekasi Barat, termasuk mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa. “Itu sudah ada kesepakatan, untuk tidak saling menjatuhkan. Maka dari itu saya tidak paham, apa yang di demo para pedagang dan mahasiswa ini?” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kranji Bekasi, Juhasan Antosuseno menegaskan, dia merasa seluruh masalah tersebut telah selesai, meskipun sempat disudutkan akibat aksi unjukrasa yang dilakukan Forum Pedagang Pasar Kranji menggugat (FPPKM) Kota Bekasi, bersama pemuda dan mahasiswa.

“Silahkan saja mau demo apapun juga terkait tugas saya. Karena dalam hal ini, saya melaksanakan tugas dan menata Pasar Kranji dengan baik, untuk kepentingan pendapatan asli daerah (PAD), bukan untuk kepentingn pribadi,” katanya.

Menurutnya, jika memang ada pedagang yang tidak terima dalam penataan pasar, sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik. “Tidak usah pake demo segala ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Toh mereka berjualan, setiap hari meninggalkan sampah-sampah didepan pasar hingga menumpuk, harusnya bisa ngertiin adanya retrebusi kebersihan. Di setiap pasar juga diberlakukan yang sama,” tegasnya.

Juhasan menilai, ada yang tidak suka keberadaan dirinya  memimpin Pasar Kranji Bekasi. Dia pun tidak takut, karena menurutnya dibalik demo tersebut ada biang kerok yang sengaja mengacaukan.

Dia pun menegaskan, pada dasarnya, pengelola pasar hanya mengurus retrebusi pertokoan, kebersihan dan parkir. “Jika memang demikian ada yang mengatakan saya mememungut para PKL, sebaiknya orang tersebut langsung datang temui saya di kantor. Jangan main keroyokan dan menghasut parta pedagang,” tutupnya.

Untuk Anda
Terbaru