Namun, tanpa ada alasan yang jelas, tim-tim tersebut tidak diikutkan oleh PSSI dalam kompetisi unifikasi antara IPL dan Indonesia Super League (ISL) yang berstatus sebagai breakaway league karena tidak diakui oleh PSSI. “Kami ingin Presiden Joko Widodo melihat dan mendengar kalau ada tim sepak bola yang hak-nya masih terpasung. Itu saja,” tambah Haris Fambudy, direktur pemasaran Arema.
Dalam perkembangan yang sama, kepala komunikasi publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, bahwa mereka akan mempelajari keinginan dari tujuh klub tersebut. Namun, Gatot belum bisa memastikan bahwa mereka bisa memenuhi tuntutan mereka. ”Karena terkadang setiap keputusan tidak memuaskan semua pihak,” ujar Gatot. (ben/vil)
Pages: 1 2













