
Fujifilm
darikita.com, Siapa yang tidak tahu dengan produkan Fujifilm yang terkenal dengan kaera analognya atau rol filmnya. Namun kali ini produkan asal Jepang berubah haluan. Bukan pada bidang kamera atau film sekalipun. Melainkan, pada bidang kesehatan atau lebih tepatnya sebuah obat.
Kamera digital yang semakin pesat, membuat Fujifilm mengalami penurunan drastis. Berkurangnya pemakaian kamera analog hingga rival bisnisnya kodak pun mengalami bangkrut. Kodak merupakan seteru perusahaan Fujifilm, dinilai serupa, masyarakat tidak heran kalau berfikir Fujifilm akan mengikuti jejak rivalnya tersebut.
“Saya tidak mengatakan bahwa kami telah mencapai kemenangan. Sulit untuk perusahaan manapun untuk mengatakan hal tersebut, mengingat bahwa keadaan selalu berubah-ubah”, ujar pimpinan perusahaan Fujifilm, Shigetaka Komori seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com.
Namun Fujifilm tidak tinggal diam dengan mengeluarkan kamera digital. Bahkan demi menjaga kehidupan perusahaan, mereka merambah pada dunia pengobatan seperti pengobatan Ebola, lotion anti prnuaan dan juga penelitian akan sel punca.
Tak tanggung-tanggun, Fujifilm akan menggelontorkan dana sebanyak 400 miliar yen untuk mengakuisisi sektor kesehatan pada tahun 2017. Adapun inovasi lain yang mereka ingin kembangkan yaitu saringan khusus untuk memurnikan gas alami dan juga sel punca yang dapat meregenerasikan jaringan-jaringan tubuh manusia. (Ravi/dk)













