SOREANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bandung menargetkan kondisi jalan alternatif yang biasa digunakan jalur mudik dalam kondisi bagus pada H-7 Idul Fitri 2019 mendatang. Selain menargetkan kondisi jalan, kondisi Penerangan jalan Umum (PJU) juga akan dimaksimalkan.
Kepala DPUPR Agus Nuria mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengintruksikan kepada unit pelaksana teknis agar melaksanakan perbaikan jalan. Khusus kondisi jalan alternatif yang kerap dijadikan jalur mudik pada idul fitri.
”kami sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan, secara umum memang prioritas. Tapi jelang arus mudik, jalur alternatif mudik dan jalur wisata diutamana,” kata Agus saat ditemui kantor PUTR di Soreang, Senin (13/5)
Menurutnya, ada sejumlah ruas jalan alternatif arus mudik dan wisata di wilayah Kabupaten Bandung masih terlihat rusak di sejumlah titik. Beberapa ruas yang butuh perbaikan di antaranya adalah jalur Majalaya-Rancaekek dan Raya Banjaran-Soreang.
”secara teknis sedang dilakukan perbaikan oleh UPT, semoga H-7 lebaran kondisinya sudah bagus. Selain kondisi jalan, kami juga mempersiapkan sarana penerangan jalan umum (PJU) di jalur jalur mudik agar terang,” akunya.
Menurut pantauan dibeberapa titik ruas jalan yang akan digunakan jalur alternatif masih terdapat lubang, seperti di Jln. Raya Banjaran-Soreang, Rancaekek-Majalaya. Sejumlah lubang juga mengganggu kenyamanan pengendara.
Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat jalur tersebut cukup padat. Selain merupakan penghubung beberapa wilayah dan akses pengendara untuk menuju tol.
Terkait hal itu, Agus menjelaskan pihaknya tahun ini sudah menganggarkan untuk perbaikan ruas Majalaya-Rancaekek.
”Ruas itu perlu perbaikan karena sudah menyempit dan banyak dilalui kendaraan dengan tonase tinggi serta banyak struktur beton yang rusak,” akunya.
Sementara untuk jalur Soreang-Banjaran, Ia melansir pihaknnya masih melakukan inventarisasi. Jika sudah rampung, ruas tersebut juga akan segera diperbaiki karena memang merupakan salah satu akses jalur wisata dan jalur mudik lokal.
”Kami menargetkan perbaikan jalan di jalur mudik dan jalur wisata, rampung pada H-7 Idulfitri 2019. Saat ini, Dinas PUTR sendiri tengah merampungkan proses inventarisasi ruas yang akan diperbaiki jelang lebaran,” jelasnya.
Agus menambahkan, semua ruas jalan yang telah diprogramkan untuk diperbaiki menggunakan anggaran 2019 merupakan prioritas. Ruas yang lebih diprioritaskan jelang lebaran, adalah di jalur Cileunyi-Nagreg dan Ibun-Kamojang. Hal itu sesuai dengan hasil inspeksi dari pemerintah pusat.
Agus menambahkan, saat ini kondisi kedua ruas tersebut sebenarnya sudah layak untuk digunakan pemudik. Namun ia mengakui bahwa pihaknya masih harus melakukan pemeliharaan rutin di kedua ruas tersebut.
”perbaikan jalan dan PJU akan terus dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengendara, khusus jelang arus mudik lebaran 2019 mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Zies Zultaqawa mengimbau pemudik untuk menghindari mudik diwaktu sibuk. Menurutnya, berdasarkan prediksi, puncak arus mudik akan terjadi mulai H-4 idulfitri. Sehingga, arus lalu lintas di jalur-jalur mudik akan mengalami peningkatan signifikan. Bahkan kemacetan dimungkinkan terjadi pada waktu-waktu tersebut.
”Kami imbau hindari H-4, H-3, H-2 dan H-1 karrna diprediksi akan ada penumpukan kendaraan di jalur-jalur mudik,” tuturnya.
Zeis menjelaskan, dalam musim mudik tahun ini pihaknya akan mendirikan 7 posko mudik. Diantaranya adalah posko keselamatan, posko penghitungan kendaraan dan posko penjagaan lalu lintas. Posko-posko tersebut akan didirikan di sepanjang jalur mudik utama seperti Nagreg, Cikaledong, Cileunyi dan jalur-jalur alternatif.
”Untuk jalur alternatif hanya Cijapati. Untuk Cukang Monteng sebenarnya tidak kami rekomendasikan, tapi banyak juga pemudik yang menggunakan jalur tersebut, makanya kami antisipasi dengan mendirikan posko di jalur tersebut,” pungkasnya (rus)












