
BEKAL DI JALAN: Polwan Polres Bandung membagikan peta kepada para pemudik di pintu Tol Cileunyi kemarin (10/7).
darikita.com, NAGREG – Suasana H–7 arus mudik Idul Fitri 1436 H dari arah Cileunyi, Bandung, Jawa Barat menuju Garut dan Jawa masih terpantau ramai lancar. Jalanan masih didominasi oleh kendaraan dalam kota.
Tenda pos pengamanan dari Polres Bandung terlihat di sejumlah titik rawan macet, maupun rawan kecelakaaan, yang sempat terjadi di tahun sebelumnya. Selain itu, Pemkab Bandung telah berjaga-jaga melalui dinas kesehatan menyiapkan tenda keselamatan di sepanjang jalur mudik, untuk mengantisipasi pengemudi yang luka.
Kasatlantas Polres Bandung AKP Eko Munarianto mengatakan, pihaknya mempercantik suasana arus mudik dengan mempersiapkan keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik yang melintasi jalur lingkar Nagreg. Dengan membangun tempat istirahat sementara, layanan kesehatan, dan sejumlah pos pengamanan.
Polisi, kata dia, terus melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Mulai dari Cileunyi hingga perbatasan Kabupaten Bandung selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Upaya mengurai ini telah dilakukan mulai kemarin (10/7). Di antaranya, dilakukan dengan memperbesar jalur Nagreg menuju arah ke Garut. Ketika arus balik, jalur akan diubah lagi. ’’Ya, sementara masih lancar. Belum ada peningkatan yang signifikan,’’ ujar Eko ditemui Bandung Ekspres di Pos Pam Cagak, Nagreg, Jumat (10/7).
Sedangkan kendaraan yang akan menuju Bandung dari arah Jawa dan Garut, harus melewati jalur lingkar Nagreg. Sebab, Eko menjelaskan, untuk jalur Nagreg mulai dari turunan Nagreg hingga Cikaledong dan Jalan Cagak, Ciherang sudah diberlakukan One Way (satu arah) mulai pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Kanit Lantas Polsek Nagreg Ipda Sugiharto memprediksi, volume kendaraan di jalanan meningkat pada Sabtu (11/7) sore hingga malam Minggu. Meski sudah terlihat beberapa kendaraan roda empat dan dua yang telah mewarnai Jalan Raya Nagreg. ’’Saat ini arus lalu lintas terpantau lancar. Bahkan, terbilang sangat lancar. Paling ada beberapa kendaaran pemudik yang melintas Nagreg,’’ terang dia di pos pengamanan.
Menurut Sugiharto, arus lalu lintas dari Cileunyi melintasi arah Cicalengka hingga menuju Nagreg masih terpantau lancar dan terpantau lengang. Dia berharap, dalan menjalankan tugas pengamanan arus mudik tahun ini, hingga usai ada dalam kelancaran dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, pengendara roda dua, Asep Nana, 35, asal Garut mengaku, tahun sebelumnya H-7 Nagreg sudah macet. Namun, sekarang masih lancar. ’’Biasanya, kalau macet motor saja susah maju. Namun sekarang lancar,’’ ucap pengusaha konveksi ini saat ditemui di dekat Pos Pengamanan Nagreg.
Dia menduga, lancarnya arus mudik Lebaran ini bukan tiba-tiba. Tapi, karena faktor ekonomi tanah air yang sedang lesu. Sehingga, sebagian memilih ada tidak mudik. ’’Keluarga saya juga di Bandung kemungkinan setelah Lebaran, baru akan mudik,’’ ucap dia. Tidak sedikit, lanjut dia, pengusaha di Bandung mengeluh karena kerajinan usaha mereka terancam bangkrut.
Erli Nurwendah, warga Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka menyatakan, biasanya jalan Majaya, Cicalengka menuju Garut dan Jawa kerap macet. Tapi, di hari yang sama tahun ini belum terjadi kemacetan. Bahkan, dua tahun lalu di Nagreg dia sempat menyaksikan tragedi kecelakaan maut yang merenggut beberapa korban jiwa. Sekarang, mungkin setelah ada jalan pintas jalur lingkar Nagreg kemacetan tersebut dapat teratasi.
’’Semoga arus mudik Lebaran tahun ini tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik terhindar dari kemacetan, dan supaya dijauhkan untuk tidak ada korban nyawa lagi. Miris lihatnya,’’ ungkap mahasiswi ini.
D hari yang sama, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polres Bandung membagikan ribuan leaflet Peta Mudik 2015 kepada pengguna tol dan pemudik di Gerbang Keluar Tol Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Mereka berjalan kaki dari Pos pam Cileunyi menuju gerbang Tol Cileunyi. Pemberian peta mudik, dimulai pukul 10.00 WIB. Selain memberikan peta mudik, polwan juga memberi imbauan kepada para pemudik agar selalu berhati-hati dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalur mudik.
Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan menyebut, leaflet peta mudik 2015 yang disebar sebanyak 20 ribu lembar. Pemberian peta ini akan kontinue dilakukan di beberapa titik. Di antaranya SPBU, rest area, dan tempat lainnya di jalur yang digunakan bagi para pemudik.
Menurut dia, pembagian peta mudik bertujuan memberi informasi kegiatan serta pelayanan kepada para pemudik. Dalam peta yang diberikan tersebut, terdapat beberapa informasi. Di antaranya tempat SPBU, lokasi rest area, nomor kantor polisi terdekat, pos pam, bengkel, masjid, rumah sakit, rumah makan serta peta mudik jalur yang dilalui.
’’Jika para pemudik melihat adanya permasalahan di lapangan, maka segera menghubungi nomor telepon kantor pos polisi dan pos pam terdekat. Informasi juga bisa disampaikan kepada petugas yang berjaga di lapangan,’’ ucap dia didampingi Wakapolres Bandung Kompol Agung Masloman dan Kabag Ops Polres Bandung Kompol Edwin Affandi, kepada wartawan seusai pemberian peta mudik.
Pihaknya mengimbau kepada para pemudik untuk tertib berlalulintas dan membawa kelengkapan STNK dan SIM. Sepeda motor wajib menggunakan pengaman helm dan tidak digunakan untuk angkut barang yang berlebihan.
’’Bagi pemudik menggunakan mobil, agar menggunakan sabuk pengaman dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Jika mengantuk, segera beristirahat di rest area terdekat,’’ harapnya. (aku/gun/hen)













