Handi menambahkan, seandainya ada masyarakat yang sudah terdata maka pihak disduk tinggal mengeluarkan surat keterangan (suket) tetapi jika belum harus ada backup data yang menerangkan apakah betul mereka adalah masyarakat Cimahi atau bukan. ”Jika betul mereka masyarakat Cimahi maka kita akan fasilitasi. Prinsifnya kita sudah siap untuk menghadapi pilkada Cimahi,” imbuhnya.
Selain itu kesiapan KPU dalam pilkada juga terlihat dengan telah melakukan infetalisir terhadap kaum disabilitas yang bertujuan untuk memudahkan mereka dalam melakukan pencoblosan di TPS. ”Alhamdulilah untuk fasilitas para difabel kita sudah sosialisasikan ke temen-temen KPPS bahwa pilkada Cimahi harus ramah terhadap mereka,” ungkapnya.
Tidak hanya disitu KPU juga akan melakukan scan terhadap C1pada hari H, ketika proses pergeseran kotak suara dari TPS ke PPS, ada model C1 khusus yang akan masuk ke KPU dan akan di scan dan di upload di website KPU.
Dia melanjutkan, meski KPU tidak melakukan quickcount tetapi masyarakat akan bisa melihat walau bukan jumlah akumulasi tetapi hanya kemurnian angka hasil dari TPS. ”Angka-angka hasil dari TPS insyaalloh akan terjamin karena akan langsung kita scan di website KPU RI dan bisa dilihat malam itu juga,” pungkasnya. (ziz/bun/ign)












