banner

Kebun Binatang Bandung Tidak Punya Dokter Spesialis Satwa Liar

darikita 9 Juni 2016
AMRI RACHMAN DZULFIKRI / BANDUNG EKSPRES WISATA DALAM KOTA: Pengunjung memadati Kebun Binatang Bandung saat libur akhir pekan yang berbarengan dengan libur paskah di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (5/4). Untuk kesehatan satwa liar, pihak Kebun Binatang Bandung mengandalkan dokter spesialis dari Taman Safari Indonesia,
vertical banner

”Rencananya hari ini (kemarin, red) perwakilan PKBSI dan BKSDA mau buka tali pembatas itu, tapi enggak jadi, ditunda dulu. Tapi kabar gembiranya berarti kuburan gajah Yani itu aman bagi pengunjung,” kata dia.

Dia menuturkan, pasca meninggalnya gajah Yani, Kebun Binatang Bandung mengalami penurunan jumlah pengunjung secara signifikan. Akibatnya, pengelola harus merugi hingga ratusan juta rupiah.

”Penyataan dokter dari PDHI itu membuat masyarakat mengira Kebun Binatang tutup, padahal tidak. Pengunjung harus pake masker, jadi seakan-akan berbahaya kalau berkunjung,” katanya.

Dia menyebut jauh sebelum persoalan ini mengemuka, pihaknya sudah berencana melakukan perbaikan fisik Kebun Binatang Bandung. Namun, dengan munculnya persoalan, pembangunan harus lebih dipercepat. ”Nanti Lebaran kita upayakan sudah ada perubahan lingkungan dan dan fisik Bonbin secara signifikan,” ujar dia. (dn/gal/fik)

Untuk Anda
Terbaru