banner

Kebut Pembangunan Apartemen Rakyat

darikita 1 Juli 2015
GROUND BREAKING: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kanan) saat meninjau lokasi pembangunan Apartemen Rakyat di Rancacili, Kota Bandung, kemarin (30/6). Rencananya, Pemkot Bandung akan membangun 15 Apartemen Rakyat, termasuk yang di Rancacili.
vertical banner

darikita.com, KIARACONDONG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah giat membangun apartemen rakyat bagi masyarakat yang kurang mampu. Bahkan menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tukang becak pun nanti bisa tinggal di apartemen rakyat itu. Apartemen rakyat yang pertama dibangun di kawasan Rancacili, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.

GROUND BREAKING: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kanan) saat meninjau lokasi pembangunan Apartemen Rakyat di Rancacili, Kota Bandung, kemarin (30/6). Rencananya, Pemkot Bandung akan membangun 15 Apartemen Rakyat, termasuk yang di Rancacili.
GROUND BREAKING: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua kanan) saat meninjau lokasi pembangunan Apartemen Rakyat di Rancacili, Kota Bandung, kemarin (30/6). Rencananya, Pemkot Bandung akan membangun 15 Apartemen Rakyat, termasuk yang di Rancacili.

Emil—sapaan akrabnya—mengungkapkan, saat ini pemkot Bandung sedang merencanakan membuat 15 apartemen rakyat di Bandung. Dengan harapan, apartemen tersebut bisa diisi oleh masyarakat yang kurang mampu. ’’Apartemen rakyat ini khusus untuk yang tidak mampu,’’ ujar Emil kepada awak media usai Groung Breaking Apartemen Rakyat di Kawasan Rancacili, Ciwastra, Kota Bandung, kemarin (30/6).

Untuk memastikan penghuni di apartemen yang menelan dana lebih dari Rp19 miliar tersebut, Emil mengaku akan melakukan seleksi secara langsung. Hal itu dilakukan untuk memastikan penghuni apartemen rakyat benar-benar diisi oleh masyarakat yang tidak mampu. ’’Saya nanti akan menyeleksi sendiri calon penghuninya. Karena ini khusus buat masyarakat yang tidak mampu,’’ terang dia.

Rencananya, regulasi untuk penghuni juga akan ditentukan, agar hanya dihuni oleh kalangan menengah ke bawah. Sebab, Emil tidak ingin apartemen rakyat digunakan oleh kalangan yang mampu, seperti yang terjadi di Jakarta. ’’Kita akan seleksi, sehingga proses itu nanti akan di SK-kan oleh kita di pemkot. Sehingga harapannya, suatu hari nanti semua warga Bandung khusunya warga menengah bawah punya pilihan. Karena biaya mereka untuk ngontrak itu sama saja dengan biaya cicilannya,’’’ terang dia.

Dia menggambarkan skema hunian apartemen rakyat ini selama 60 tahun. Jadi, dua generasi bisa hidup dengan tenang di apartemen tersebut. Saat ini, kata Emil, tinggal inovasi untuk mempercepat pembangunan 14 apartemen rakyat.

Emil mengungkapna, bentuk apartemen rakyat tetap vertikal, namun juga seperti lingkaran. Ini membuktikan bahwa desain inovatif itu bisa untuk kelas menengah bawah. ’’Selama ini dianggap seolah-olah bentuknya selalu kotak dan standar,’’ papar dia.

Mengenai proses pendaftaran untuk penghunian dan kepemilikan akan diumumkan secepatnya. Selain itu, akan ada keberpihakan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang diberi prioritas. Seperti guru, guru honorer, dan PNS. ’’Mungkin sebagian juga dari kelompok rekan-rekan wartawan dan lain-lain, dengan proporsi yang proporsional,’’ ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, apartemen rakyat yang baru dibangun itu akan digunakan untuk relokasi rumah-rumah yang tinggal di tanah milik negara. ’’Tadi sudah serah terima kunci. Insya Allah setelah Lebaran semuanya harus mengosongkan, dan sudah kita beri solusi pindah ke Rancacili. Sehingga dengan begitu, semua mendapatkan haknya, sesuai dengan aturan,’’ terang Emil.

Mengenai anggaran twin block, diambil dari APBD sebanyak Rp 20 miliar. Meski begitu, Emil mengaku ingin anggarannya lebih tinggi hingga dua kali lipat. ’’Tapi karena dana APBN tidak memungkinkan, jadinya cuman seperti yang sekarang,’’ kata ayah dua anak ini.

Untuk pendaftaran penghuni, calon penghuni bisa menghubungi pihak kewilayahan. Jika jumlahnya lebih banyak daripada pemohon, akan diundi. Sehingga, tidak ada keistimewaan apapun. Semua berdasarkan asas keadilan. ’’Saya nggak mau dimanipulasi. Nanti saya turun langsung mengatur skema pengundian untuk adilnya,’’ kata dia.

Mengenai cicilan apartemen, kata dia, mulai dari angka Rp 400 ribu per bulan. Jumlah tersebut berlaku unuk unit yang paling kecil. Lama cicilan rata-rata sembilan bulan. ’’Jadi tahun depan di bulan yang sama, kurang lebih kita sudah ada penghuni. Nah setelah bulan ini, kita fokus yang 14 sisanya,’’ tandasnya.

Di sisi lain, apartemen rakyat Rancacili minim perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini dikatakan Kepala Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung Ferdy Ligaswara kemarin (30/6).

Menurut dia, meski apartemen rakyat diperuntukkan bagi warga menengah ke bawah, tetap harus ada APAR dan hidran. ’’Ini harus diperhatikan baik-baik dan harus segera dibenahi pengembang,” Ferdy di Rancacili.

Dia menegaskan, kelengkapan itu penting sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal darutat. Ada radius atau jarak 30 meter dan juga ketinggian diatur sedemikan rupa untuk ketentuan peralatan itu (hidran dan APAR). (fie/fkj/tam)

Untuk Anda
Terbaru