Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIKemenkes dan CEPI Uji Kesiapsiagaan Target Vaksin 100 Hari untuk Ancaman Pandemi

60 Persen Reklame Tak Berizin

Oleh • 6 Oktober 2016 • 02:55

SUMUR BANDUNG – Sekitar 60 persen reklame di Kota Bandung tidak berizin. Atas referensi itu, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, akan menindak tegas. Hal itu, selain untuk meningkatkan mutu pelayanan juga demi keindahan kota.

”Kami belum mendata semua, tapi perkirakan reklame tidak berizin lebih banyak daripada yang berizin,” ungkap Kepala Bidang Perizinan IV Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (PBPPT) Kota Bandung Wawan Khairulloh di Balai Kota Bandung kemarin (4/10).

Wawan menjelaskan, belakangan, pihaknya bersama tim penertiban reklame tengah melakukan penertiban reklame yang ada di jalan. ”Yang sudah kami tertibkan reklmae di Jalan Riau dan Jalan Cihampelas,” sebut Wawan.

Dari hasil penyisiran di dua lokasi tersebut, sambung Wawan, mayoritas reklame di Kota Bandung tidak berizin. Contohnya, di Jalan Cihampelas dari 300 reklame, hanya ada 70 reklame yang berizin, sisanya tidak berizin.

”Dalam catatan kami, reklame yang memiliki izin ada sekitar 6.700. Berarti yang tidak berizin ada sekitar 13-14 ribu reklame,” ujar Wawan.

Jumlah rekame tersebut tersebar di berbagai penjuru kota, dengan berbagai ukuran. Ada yang terletak di jalan, menempel sebagai identitas bangunan atau yang berbentuk grafiti. ”Pokoknya, reklame yang ukurannya 1 meter persegi, harus sudah memiliki izin,” tegas Wawan.

Untuk reklame yang belum berizin, atau izinya sudah habis, diberi imbauan segera mengurus izinnya. Namun untuk reklame yang berada di zona merah, tetap akan dibongkar.

Usai moratorium dan penertiban reklame tidak berizin, nanti akan ada penertiban bentuk reklame. ”Akan ada design khusus dan berbeda di setiap ruas jalan. Jadi seperti di Jalan Riau, nantinya akan berbeda dengan di jalan lain,” jelas Wawan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *