banner

Kecewa-Prihatin, Gajah ”Yani” Mati

darikita 12 Mei 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES GAJAH SAKIT: Tim Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar beserta dokter hewan Rumah Sakit Hewan (RSH) Cikole memberikan perawatan kepada seekor gajah bernama Yani.
vertical banner

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi Kebun Binatang Bandung. Selama kurang lebih 20 menit orang nomor satu di Kota Bandung itu memperhatikan gajah yang sekarat tersebut. Bahkan pria kerap disingkat RK itu juga sempat menitihkan air mata ketika memberi minum sang gajah yang berusia 37 tahun itu.

”Ya ini sangat memprihatinkan. Jadi mewakili kekecewaan dari banyak pihak, tidak hanya masyarakat Kota Bandung,” kata pria yang juga akrab disapa Emil itu.

Pihaknya merasa kecewa sama halnya dengan masyarakat Bandung lainnya terkait kondisi kebun binatang Bandung itu. Dia menjelaskan, pada 2013 Pemerintah Kota Bandung telah memanggil pengelola untuk menawarkan pengelolaan yang lebih profesional.

”Kalau memang ada ketidaksanggupan dari sisi anggaran ya membuka diri saja terhadap bantuan atau investasi dari luar,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, kebun binatang ini merupakan berstatus kepemilikan yayasan pribadi. Pihaknya mengakui, saat ini posisi Pemkot Bandung bukan sebagai pemilik. Dalam hal ini, pemkot tidak bisa terlibat dalam pengembangannya.

Terkecuali jika pihak pengelola ingin bekerja sama. Mengenai bantuan, pihaknya dapat membantu menjembatani kerjasama dengan investor. Sehingga kondisinya akan jauh lebih profesional seperti Taman Safari di Bogor atau kebun binatang kelas dunia lainnya. ”Saya menawarkan dengan network itu . Tinggal mau apa tidak . Saya kembalikan itu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar pengelola memperhatikan kritikan yang disampaikan oleh pengunjung. Walaupun begitu pihaknya berharap,  Kota Bandung bisa memiliki kebun binatang yang tidak hanya bagus untuk pengunjung tapi standar profesional untuk satwa yang dimiliki. (nit/ant/rie)

TAG:
Untuk Anda
Terbaru