banner

Kemensos Gelontorkan Rp 9,98 Triliun untuk PKH

darikita 20 April 2016
KASIH PENGERTIAN: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat memberikan penjelasan tentang penyaluran bantuan PKH di Kantor Pemkab Bandung Barat di Ngamprah, Selasa (19/4). Bantuan ini agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
vertical banner

darikita.com, NGAMPRAH – Tahun ini Kementerian Sosial menggelontorkan Rp 9,98 triliun bagi 6 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sasarannya diberikan untuk anak sekolah, ibu hamil (bumil) dan memiliki balita. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada wartawan usai menghadiri penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), kemarin.

Untuk para bumil dan yang memiliki bayi serta balita mendapat bantuan Rp 1,2 juta dengan empat kali pencairan dalam setahun, dengan 3 orang anak maksimal yang bisa terlindungi. ’’Tidak setiap ibu hamil mendapat bantuan dan itu bukan tunjangan kehamilan. Melainkan penerima PKH yang hamil dan memiliki bayi dan balita mendapat bantuan Rp 1,2 juta per tahun dengan empat kali cair,” katanya.

Penerima PKH saat ini berjumlah 3,5 juta untuk seluruh Indonesia dan akan ditambah sekaligus diperluas kepada 2,5 juta menjadi total 6 juta penerima, dengan anggaran pemerintah Rp 9,98 triliun.

Diungkapkan Khofifah, bantuan melalui PKH ini nilainya bervariasi. Bagi siswa SD, mendapatkan bantuan Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, serta SMA Rp 1 juta, dengan empat kali pencairan dalam setahun. ’’Pencairannya dalam setahun itu empat kali. Ini diberikan bagi keluarga yang kurang mampu,” tukasnya.

Sementara, di Kabupaten Bandung Barat bantuan untuk PKH digelontorkan dana sebesar Rp 197 miliar. Bantuan tersebut diberikan langsung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada sejumlah ibu rumah tangga. Khofifah dalam kesempatan itu menyatakan, total dana tersebut dibagi ke sejumlah kalangan yang membutuhkan, mulai dari ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, kalangan lanjut usia, hingga penerima beras sejahtera. ’’Hari ini juga dicairkan,” klaimnya.

‪Total dana yang diterima para ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKH di Kabupaten Bandung Barat yakni sebesar Rp 83 miliar, dengan jumlah penerima sebanyak 43 ribu orang. Sedangkan bantuan untuk penyandang disabilitas, yakni mencapai Rp 284 juta dengan jumlah penerima sebanyak 79 orang. Bantuan untuk kalangan lansia sebesar Rp 235 juta dengan total penerima 98 orang. ’’Untuk raskin, kita kucurkan Rp 113 miliar dengan total penerima di KBB ini sebanyak 86 ribu orang,” sambung dia.

Tak hanya itu, KBB juga memperoleh bantuan hibah dalam negeri dengan total Rp 100 juta. Khofifah berharap dana tersebut bisa dimaksimalkan terutama oleh para ibu rumah tangga agar mampu mensejahterakan kehidupan anak-anaknya. ’’Dengan bantuan tersebut kita harapkan hidup masyarakat bisa sukses dan sejahtera,” paparnya.

Khofifah juga meminta para ibu rumah tangga penerima PKH agar tidak menggunakan uang untuk membeli pulsa. Dia meminta bantuan PKH ini untuk memenuhi kebutuhan anak balita maupun untuk biaya sekolah. ’’Saya sudah pesan, uang PKH ini jangan untuk beli pulsa. Ini untuk sekolah anaknya. Ini juga untuk gizi bayinya. Jangan dipakai suaminya untuk beli rokok,” tegasnya.

Bupati Bandung Barat Abubakar menambahkan, PKH yang diberikan oleh pemerintah pusat tentu akan memberikan dampak positif bagi keluarga di Kabupaten Bandung Barat. Dana tersebut memberikan stimulus kepada para ibu untuk mensejahterakan anak-anaknya. ’’Kita harapkan kemiskinan bisa terentaskan salah satunya dengan adanya bantuan tersebut,” tandasnya. (drx/vil)

Untuk Anda
Terbaru