banner

Kepokmas Meroket, Pemerintah Kecolongan dalam Monitoring Harga

admin darikita 21 Oktober 2020
MUSIM PANEN BERAKHIR : Pedaggang Cabe Reni (44) merapikan dagangannya di Pasar Kosambi Jalan A. Yani, Kota Bandung, Selasa (9/3). Komoditas Cabe Tanjung sejak 10 hari lalu terhitung dari tanggal 1 Maret sudah mengalami kenikan yang semula hargannya Rp. 30 ribu merangkak naik hingga Rp. 60 ribu. Fajri Achmad NF, / Bandung Ekspres
vertical banner

BANDUNG – Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di beberapa pasar di Kota Bandung kembali meroket.

Nori Fitriyah, penjual sayuran di Pasar Cihaurgeulis Sukaluyu, Cibeuying Kaler, Kota Bandung, mengatakan kenaikan terjadi sudah dua minggu ini.

“Yang naik tinggi harga cabai tanjung, dari Rp 30 ribu per kilogram naik jadi Rp 60 ribu per kilogram. Naiknya tidak bertahap, tapi langsung tinggi 100 persen,” sesal Nori kepada Jabar Ekspres, Selasa (20/10).

Ibu yang mengaku sudah dagang di Pasar Cihaurgeulis sejak masih duduk di bangku SMA ini mengungkapkan, selain cabai tanjung, cabai merah kriting juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. “Dari Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Sekarang sudah Rp 40 ribu per kilogram,” katanya.

Serupa dengan temannya, cabai merah kriting juga sudah naik, sejak dua minggu. Kenaikan, tambah Nori, juga dialami oleh bawang merah, dari Rp 20 ribu per kilogram kini harganya sudah Rp 28 ribu per kilogram. “Jualnya Rp 30 ribu per kilogram. Nggak ambil untung banyak, hanya Rp 2 ribu per kilogram saja,” ungkapnya.

Untuk harga bawang putih dan bawang merah, jelas Nori, tidak mengalami kenaikan harga. “Harganya tetap Rp 20 ribu per kilogram,” paparnya.

Sementara itu, Yunengsih, pedagang telur ayam menambahkan sudah seminggu ini, harga telur ayam boiler juga mengalami kenaikan, dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 24 ribu.

Sementara temannya, telur ayam kampung turun harga, dari Rp 25 ribu per kilogram, sekarang dijual antara Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu per kilogramnya. “Telur bebek harganya juga turun Rp 3 ribu per butir menjadi Rp 2.500 per butirnya,” tambahnya.

Walau harga telur ayam kampung dan telur bebek turun, pembeli menurut Eneng panggilan akrabnya, bukannya bertambah tetapi turun juga. Nasib yang sama juga dialami telur ayam boiler.

“Udah sejak awal Covid-19, pasar sepi. Jadi pemasukan menipis. Hampir setengahnya, kalau sebelumnya omset bisa mencapai Rp 5 juta, sekarang paling hanya Rp 2,5 juta,” ungkapnya.

Menurut pemasoknya, jelas Eneng, ini terjadi karena bandar sekarang lebih senang kirim barang ke warung dari pada ke pasar. “Itu makanya pembeli sepi. Mereka lebih senang beli ke warung dari pada ke pasar. Kalau dihitung ongkos ke pasar, harga jadi lebih murah di warung,” terangnya.

Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat menduga adanya permainan harga kepokmas yang dilakukan oknum pedagang di sejumlah pasar di Kota Bandung.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (DPN) dari Disperindag Jabar, Eem Sujaemah mengatakan, pihaknya melihat adanya kejanggalan dari sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan signifikan di pasar.

Seperti cabai tanjung di Pasar Cihaurgeulis Kota Bandung. Padahal dalam hasil pantauan Disperindag sampai saat ini seluruh komoditas utama masyarakat masih terbilang normal dengan stok yang memadai.

“Walaupun pasar Cihaurgeulis menjadi kewenangan Kota Bandung, kami akan berkoordinasi dengan Disdagin Kota Bandung untuk memantau hal ini, agar masyarakat tidak dirugikan oleh oknum-oknum nakal,” kata Eem saat ditemui.

“Selama ini dari mulai Covid-19 ini belum ada yang signifikan kecuali di gula putih dan bawang putih itupun dari bulan April. Sedangkan, dari bulan Juni sampai sekarang tidak ada kenaikkan,” tambahnya.

Disinggung sanksi seperti apa yang akan diberikan pada oknum pedagang tersebut, Eem menjelaskan, meski belum ada peraturan yang mengatur hal tersebut namun sanksi pidana akan dilayangkan bagi oknum yang memainkan harga di pasar.

“Untuk sanksi sendiri memang tidak diatur, tapi kami tidak segan-segan melayangkan laporan ke aparat berwajib terhadap kasus seperti ini. Karena sangat merugikan masyarakat,” jelasnya.

Berikut data yang terhimpun dari Disperindag Jabar terkait harga kepokmas, di lima pasar pantauan di Kota Bandung pada minggu ke- 3 dibandingkan minggu ke- 2 pada Oktober:

Beras (premium): Rp 12.600 dari Rp12.640/kg. Minyak curah : Rp 12.780 dari Rp 12.700/liter. Ayam broiler: Rp 28.720/kg dari Rp 29.680/kg.

Telur ayam broiler: Rp 22.040 dari Rp 21.660/kg. Cabai merah keriting: Rp 38.000 dari Rp 36.160/kg. Cabai merah: Rp 54.000 dari Rp 54.360/kg. Bawang merah: Rp 35.800 dari Rp 35.400/kg. Bawang putih honan (impor): Rp 28.160 dari Rp 27.800/kg. (mg1/drx)

Untuk Anda
Terbaru