BANDUNG– Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna memberikan sinyal akan melakukan rotasi mutasi bagi pejabat yang terbukti tidak bisa bekerja secara optimal.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini menekankan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih disiplin dalam bekerja. Apabila para ASN lambat dalam bekerja dan tidak bisa mengimplementasikan visi misi AKUR (Aspiratif, Kreatif, Unggul dan Religius), dalam waktu dekat bupati akan melakukan tahapan evaluasi untuk rotasi dan mutasi para pejabat.
“Jelas, disamping harus disiplin, setiap dinas juga harus sepaham dan sejalan. Kalau mereka lambat, ASN yang ada itu akan menjadi pertimbangan evaluasi untuk mutasi dan rotasi. Apalagi ini kan sudah berjalan setahun, sehingga setiap kinerjanya akan jadi pertimbangan,” tegas Bupati, kemarin (16/1).
Menurut Bupati, rencana rotasi dan mutasi ASN merupakan hal yang biasa. Terlebih, untuk meningkatkan kinerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penyegaran ASN memang perlu dilakukan.
“Dan bisa saja itu sebagai perubahan untuk menempati posisi atau bidang yang lebih cocok dan sesuai kemampuannya,” ucapnya.
Kehadiran dan kinerja ASN di KBB selama ini mendapat pengawasan langsung oleh Bupati. Di antaranya dengan rutinnya bupati yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dinas.
Memasuki tahun 2020 ini, kata Bupati, seluruh ASN harus berkomitmen melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Termasuk para OPD harus bisa mengimplementasikan setiap program kerja prioritas.
“Masyarakat bisa terlibat memonitoring kinerja setiap dinas. Disamping itu, media juga bisa ikut membantu memantau mana dinas yang kerjanya bagus, mana yang lelet atau kurang bagus,” katanya.
Sebelumnya, Bupati melantik 191 pejabat dari berbagai tingkatan yang dilaksanakan di Aula Mesjid As-Shidiq Komplek Perkantoran KBB Ngamprah pada November lalu.
Menurutnya, pelantikan para pejabat tersebut baru dilakukan tahap satu. Untuk tahap kedua dijadwalkan pada awal Januari 2020.
Diakuinya, untuk menempatkan para pejabat pada posisi tersebut, ia bersama tim penilai melakukan analisa yang cukup ulet. Selama dua pekan pihaknya bersama tim penilai melakukan analisa supaya para pejabat yang dilantik itu bisa pas dan mewujudkan visi Akur dengan jargon Lumpat-nya.
Disinggung soal ada di antaranya yang tidak puas dengan hasil penempatan jabatan tersebut, Bupati mengatakan hal biasa. Namun ia menegaskan, aparatnya harus bisa menerima kondisi tersebut.
Pihaknya sendiri dibantu tim analisa kepegawaian, sudah memikirkan secara matang untuk penempatan personel tersebut. Bahkan pelantikan itu sempat molor satu minggu dari yang direncanakan. “Saya yakin pasti ada yang puas dan tidak puas dengan pelantikan ini. Tapi, saya ingatkan kembali bahwa ASN harus siap ditempatkan dimana saja dengan kinerja yang optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan untuk menempatkan seseorang dalam jabatannya, berdasarkan pertimbangan kemampuan kinerjanya sehingga tidak kedodoran ke depannya. “Memang yang kita tempatkan ini harus benar-benar orang kerja. Setiap yang mereka kerjakan, akan kita jadikan catatan untuk dievaluasi,” tandasnya. (drx)













