Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

PKL, Angkot dan Delman Sebabkan Kemacetan di Cimindi

Oleh • 14 Juni 2016 • 08:23

darikita.com, CIMAHI – Maraknya pedagang kaki lima di sekitaran Jalan Mahar Martanegara dikeluhkan warga sekitar dan para pengguna jalan. Hal ini disebabkan karena para pkl yang berjualan tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Cimahi.

Menurut Yani salah seorang warga Cimindi Tengah ini mengatakan, sejak bulan puasa keadaan Jalan Leuwigajah dan Mahar Martanegara  sangat macet akibat semakkin bertambahnya para pedagang kaki lima.”Saya kira kemacetan ini diakibatkan para pedagang kaki lima yang berjualan sampai ke badan jalan,” ujarnya.

Disamping kemacetan yang terjadi akibat para PKL, kemacetanpun diduga terjadi karena banyaknya angkot dan delman yang saling berburu penumpang. Sehingga,  para sopir angkot dan kusir delman berhenti dimana saja.

”Saya sebagai warga Cimindi dan para pengguna jalan berharap kepada Pemerintah Kota Cimahi untuk memerintahkan kepada dinas terkait untuk  menertibkannya,” katanya.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Satpol PP Kota Cimahi, Dadan Darmawan melalui Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi (Dalops) Uus Saepudin menjelaskan, pihaknya sudah menerima masukan dan keluhan dari warga tentang kemacetan di Cimindi. Padahal, sebelumnya diakui dia sudah ada kesepakatam tentang waktu yang diperbolehkan untuk berjualan.”Kami akan mencoba melakukan penertiban terkait dengan hal ini, karena sebetulnya sesuai dengan kesepakatan beberapa waktu lalu, para pedagang hanya boleh melaksanakan jualannya mulai pukul 17.00 sampai malam hari, tetapi sekarang baru juga pukul 14.00 sudah mulai banyak yang berjualan,” pungkasnya. (bun/asp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *