Dari data Ditjen Linjamsos, hingga 2015, di Indonesia baru ada 346 lokasi yang memiliki program Kampung Siaga Bencana. Untuk provinsi Jawa Barat baru ada 47. Program KSB ini sangat berfungsi untuk meminimalisir adanya korban jiwa saat bencana karena juga menjadi fungsi peringatan dini bencana.
Dalam program KSB tersebut, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan mengenai sistem peringatan dini dan antisipasi serta pertolongan pertama jika terjadi bencana. ”Semoga segera terealisasi program KSB tersebut. Karena warga disini sangat mendukung program itu,” pungkasnya. (*/rie)













