Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Kondisi Desa Sukakerti Pasca Banjir Bandang

Oleh • 13 Juni 2016 • 08:27

Tokoh masyarakat Desa Sukakerti Erlan Suherlan mengatakan, bencana banjir bandang yang diduga akibat longsor menjadi bencana paling parah yang pernah terjadi di desanya.

Akibat banjir bandang tersebut, kata Erlan, masyarakat terutama korban mengalami trauma. Apalagi, hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya menambah rasa was-was warga akan terjadinya bencana banjir bandang susulan. ”Kami semua khawatir saat hujan. Apalagi saat hujan turun pada malam hari,” ucap Erlan.

Erlan mengatakan, pasca terjadinya bencana banjir bandang tersebut, warga sempat diimbau Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk tidak tinggal di Kampung Cihideung. Sebab, kondisi alam di kampung tersebut rawan terjadi longsor. ”Meski trauma, warga keberatan untuk meninggalkan kampung ini,” tuturnya.

Erlan mengakui, terjadinya bencana banjir bandang yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia tersebut tidak terdeteksi karena minimnya pengetahuan warga tentang potensi bencana.

Padahal, banjir bandang tersebut diduga kuat akibat terjadinya longsornya tanah di pegunungan di sekitar Desa Sukakerti. Erlan mendukung rencana Kementerian Sosial untuk melakukan perluasan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Menurutnya, warga setempat tentunya sangat mendukung program KSB, apalagi setelah terjadinya bencana banjir bandang kemarin. ”Setelah kejadian kemarin tentunya kami tidak ingin terjadi bencana lagi. KSB ini kan punya fungsi untuk memetakan potensi rawan bencana. Jadi warga selalu mendapat informasi tentang potensi bencana. Sehingga warga lebih antisipasi saat sebelum terjadi bencana,” ucap Erlan.

KSB merupakan program nasional penanggulangan bencana berbasis masyarakat oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan secara masyarakat dari ancaman bencana melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat.

Laman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *