banner

Kondisi Desa Sukakerti Pasca Banjir Bandang

darikita 13 Juni 2016
YUNAZ SETIAWAN/JABAR EKSPRES LULUH LANTAK: Kondisi terakhir Kampung Cihideung, Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang pasca diterjang bencana banjir bandang. Insert: Anen, 55, warga setempat yang menjadi korban saat didampingi keluarga.
vertical banner

Tokoh masyarakat Desa Sukakerti Erlan Suherlan mengatakan, bencana banjir bandang yang diduga akibat longsor menjadi bencana paling parah yang pernah terjadi di desanya.

Akibat banjir bandang tersebut, kata Erlan, masyarakat terutama korban mengalami trauma. Apalagi, hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya menambah rasa was-was warga akan terjadinya bencana banjir bandang susulan. ”Kami semua khawatir saat hujan. Apalagi saat hujan turun pada malam hari,” ucap Erlan.

Erlan mengatakan, pasca terjadinya bencana banjir bandang tersebut, warga sempat diimbau Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk tidak tinggal di Kampung Cihideung. Sebab, kondisi alam di kampung tersebut rawan terjadi longsor. ”Meski trauma, warga keberatan untuk meninggalkan kampung ini,” tuturnya.

Erlan mengakui, terjadinya bencana banjir bandang yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia tersebut tidak terdeteksi karena minimnya pengetahuan warga tentang potensi bencana.

Padahal, banjir bandang tersebut diduga kuat akibat terjadinya longsornya tanah di pegunungan di sekitar Desa Sukakerti. Erlan mendukung rencana Kementerian Sosial untuk melakukan perluasan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Menurutnya, warga setempat tentunya sangat mendukung program KSB, apalagi setelah terjadinya bencana banjir bandang kemarin. ”Setelah kejadian kemarin tentunya kami tidak ingin terjadi bencana lagi. KSB ini kan punya fungsi untuk memetakan potensi rawan bencana. Jadi warga selalu mendapat informasi tentang potensi bencana. Sehingga warga lebih antisipasi saat sebelum terjadi bencana,” ucap Erlan.

KSB merupakan program nasional penanggulangan bencana berbasis masyarakat oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan secara masyarakat dari ancaman bencana melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat.

Untuk Anda
Terbaru