Peroleh Nilai A untuk Akuntabilitas Kinerja
darikita.com, Pemkot Bandung mendapat nilai A pada laporan hasil evaluasi akuntabilitas kenerja pemerintahan Kabupaten dan Kota. Nilai tersebut berdasarkan hasil kajian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB).
Menpan RB Yuddy Crisnandy mengatakan, Kota Bandung sangat bagus bila dibandingkan dengan kota-kota lain sehingga pantas mendapatkan nilai A. Penilain A yang diberikan untuk kota Bandung dilihat dari lima komponen. Yaitu perencanaan pembangunan yang dilakukan seluruh Instansi, kedua ukuran kinerja Individu adanya evaluasinya, memiliki dokumen kinerja, kemudian memiliki pengawasan terhadap kinerja dan ada hasilnya.
”Semua ini adalah akuntabilitas yang harus dinilai. Tidak semua daerah memiliki ukuran. Sebab, hasil dokumen perencanaannya saja masing-masing instansi sendiri-sendiri,”jelas Yuddy ketika ditemui usai penyampaian penghargaan di Gedung Sabuga Jalan Taman Sari kemarin (12/2).
Dengan nilai yang diperoleh, Kota Bandung disimpulkan telah memiliki keterpaduan antara perencanaan pembangunan kota secara keseluruhan. Itu mengerucut dari masing-masing SKPD. Kemudian, pelaksanaan dan pencapaian kinerjanya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Yuddy berpandangan, Kota Bandung telah melakukan sesuatu yang luar biasa untuk melecut perolehan nilai tersebut. Sebab sebelumnya, Kota Bandung hanya mendapatkan nilai C pada tahun lalu.
“Saya mengetahui betul bagaimana wali kotanya berkonsultasi ke kantor Menpan untuk belajar dan mengetahui sistem akuntabilitas,” terangnya. ”Sangat wajar dapat nilai A. Karena ini kerja keras dari Ridwan Kamil,” tambahnya.
Terakhir namun tidak kalah penting, Yuddy berharap, apa yang dihasilkan Kota Bandung bisa menjadikan motivasi untuk daerah lainnya. ”Saya pikir daerah lainnya pasti bisa. Tidak alasan kota lain tidak bisa,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku, bersyukur atas kerja yang dilakukan dalam menata dan mengelola birokrasi yang dipimpinnya selama dua tahun terakhir.
Untuk pencapaian tersebut, kata pria yang akrab disapa Emil itu, melakukan banyak pembenahan dengan cara menempatkan posisi kepala dinas sesuai dengan bidangnya.
“Setelah dilakukan bongkar sana-sini dan dibedah segala permasalahan birokrasi kita,Alhumdilah berbahagia. Sebab, mendapat perolehan nilai A yang satu-satunya se-Indonesia,” ujar pria berkacamata ini.
Dia menuturkan, apa yang dilakukannya bermuara pada sistem. Sehingga sesuai dengan visi dan misi. Emil menargetkan, setelah nilai A penilaian ini akan ditingkatkan menjadi zona bebas korupsi yang akan ditargetkan pada tahun ini.
”Kita ingin kinerja birokrasi dan hasil pembangunan Kota Bandung terasa oleh masyarakat dengan terukur oleh sistem,” jelas dia.
Emil memaparkan, hal yang dilakukan selama ini dalam membangun tata kelola birokrasi adalah dengan selalu hadir di tengah-tengah. Itu untuk mendorong dan membangun mental birokrasinya.
”Jadi saya sebagai wali kota mengubah cara kepemimpinan. Tidak banyak nyuruh-nyuruh dan marah-marah. Tetapi saya ikut ke dalam dan tidak jarang terjun langsung untuk menyemangati yang di bawah,” papar dia.
Dengan pola itu, lanjut dia, mereka merasa dihargai. Demikian halnya dengan sistem smart city yang diterapkan, bisa mengukur transparansi dan kinerja bawahannya. Bahkan tahun ini, dia mengaku, akan mencanangkan tahun disiplin kepada aparaturnya agar bisa melaksanakan birokrasi dengan baik.
”Satu, dua kepala dinas yang sudah saya berhentikan dan yang tidak mau ikut dalam rombongan reformasi jadi siap-siap aja,” ancam Emil. (yan/rie)












