Portal berita dari masyarakat untuk IndonesiaJaringan Media KRIEZ  •  Redaksi  •  Pedoman Media Siber  •  Pasang Iklan
Dari Kita • Untuk Indonesia
Jumat, 6 November 2026
Bandung, Jawa Barat
Berlangganan
TERKINIPP TUNAS Dorong Platform Digital Melindungi Sekitar 70 Juta Anak Indonesia

Formakab Bandung Ikuti Pelatihan dan Pendidikan Kepemimpinan

Oleh • 6 Februari 2017 • 08:12

darikita.com, MARGAHAYU – Forum Mahasiswa Kabupaten Bandung (Formakab) menggelar Pelatihan dan Pendidikan Kepemimpinan dengan tema ”Menyertakan Ilmu dalam Menegaskan Pengabdian dengan Berlandaskan Nilai-nilai Ketuhanan” kemarin (5/2). Formakab terhimpun dari beberapa mahasiswa dari enam Perguruan Tinggi di Kabupaten Bandung. Yakni, FISIP Universitas Nurtanio Bandung, Universitas Bale Bandung, STAI Yamisa, STAI Persis, STIT Attaqwa, STIT Al-Ihsan.

H. Dadang Rusdiana SE MSi   Anggota DPR RI
H. Dadang Rusdiana SE MSiAnggota DPR RI

Narasumber Pelatihan dan Pendidikan Kepemimpinan H. Dadang Rusdiana SE MSi mengatakan, menjadi seorang pemimpin harus mengetahui dan menguasa kultur daerah dan masyarakatnya. ”Karena Negara Republik Indonesia sangat kaya akan adat dan budaya mayoritas agama Islam,” tutur pria yang arab disapa Darus.

Darus mengambil kisah kepemimpinan ala Rasulullah SAW dalam menyampaikan materinya. Tujuannya, agar generasi muda bisa menjadi pemimpin yang tangguh.

”Dengan memperhatikan semua standar ukuran kehebatan manusia, kita juga bisa bertanya apa ada orang yang lebih hebat dari-Nya. Dia adalah filsuf, orator, rasul, legislator, pemimpin tentara, negosiator ulung, pembaharu, pemimpin keagamaan, pendiri beberapa negara berasas agama, Dialah kanjeng Nabi Muhammad SAW,” terang Darus.

Ada beberapa kriteria dalam memimpin, di antaranya semangat kuat untuk memberikan motivasi kepada semua masanya. Sebagai figur yang harus kita turut dan taati adalah figur kepemimpinan kanjeng Nabi Muhammad SAW.

”Ada beberapa figur pemimpin yang akan gagal dalam memimpin. Ketika pemimpin, ketiadaan figur harismatik yang diteladani, seruan yang tidak disertai pengembangan potensi pengikut yang berkelayakan dan pengikut tidak dibimbing secara kontinyu dan mereka merasa tidak diawasi, tidak disalurkan dan dilalaikan,” tegasnya.

Darus menambahkan, figur pemimpin bagi pelaku politik, kepercayaan pengikut adalah hal yang mendasar. Dalam aturan demokrasi, pemerintah akan tetep menjadi penguasa selagi ia mendapat kepercayaan masyarakat.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *