banner

Lokal dan Kebersamaan yang Paling Penting

darikita 22 Januari 2016
BERFOTO BERSAMA : Komisaris Utama Jawa Pos Group H. M. Alwi Hamu berfoto bersama redaksi Harian Umum Bandung Ekspres seusai melakukan kunjungan di Kantor Graha Pena Harian Umum Bandung Ekspres, Jalan Soekarno - Hatta, Kota Bandung, Kamis (21/1) malam.
vertical banner
Menyoroti Fenomena Media Digital Bersama Hm Alwi Hamu

darikita.com, Persaingan ketat di antara beragam media informasi, terutama koran, saat ini sangat sengit. Hal ini dipengaruhi pergeseran tren media yang going digital. Namun, bukan berarti media cetak akan punah.

Komisaris Utama Bandung Ekspres HM Alwi Hamu juga menyoroti fenomena tersebut. Di negara Amerika Serikat, perusahaan media cetak sudah banyak yang gulung tikar. Tetapi penyebabnya bukan karena media digital. ’’Tapi di pasar saham sudah tidak laku. Makanya tutup,’’ jelasnya saat sharing dengan para pegawai di Graha Pena Bandung Ekspres, Jalan Soekarno Hatta No. 627, kemarin (21/1).

Dengan berbagai pengalamannya yang telah menggeluti dunia jurnalistik sejak 1962, dia berharap materi lokal bisa menjadi salah satu senjata untuk menanggulangi era media digital. Misalnya, dengan menonjolkan para tokoh yang ada di Bandung dan Jawa Barat. Menurutnya, hal tersebut akan membuat kebanggaan tersendiri. ’’Manusia kan makhluk sosial, kalau mereka masuk koran kan mereka akan merasa bangga. Bisa disimpen itu korannya,’’ ujar pria yang pernah ditugaskan meliput di daerah Papua ini.

Dia juga mengapresiasi hadirnya halaman-halaman lokal yang telah ada di Harian Umum Bandung Ekspres. Di antaranya, Cimahi Ekspres, Bandung Barat Ekspres dan Soreang Ekspres. Dia menilai, media lokal harus bikin isu sendiri dan dikembangkan sendiri. ’’Jangan mau kalau berita kita sama dengan koran lain, biar lebih menonjol. Apalagi kalau narasumbernya juga memang tokoh di sini. Hal itu juga akan membuat para pembaca tertarik,’’ tambahnya.

Tak lupa dirinya pun berbagi pengalamannya selama ini. Salah satunya tentang dirinya yang menjadi bagian dari Perang Vietnam dengan meliput suasana di sana. ’’Tiga bulan saya di situ. Saya dikasih pesan jangan dekat-dekat dengan perempuan sana. Takut kena Vietnam Rose. Itu lebih dahsyat daripada sipilis. Makanya saya tidak sentuh-sentuh, padahal perempuan di sana cantik-cantik,’’ candanya.

Sesi sharing ini dihadiri pula oleh Richard Chen, salah seorang pengusaha asal Taiwan mengatakan, segala sesuatu jika ingin bisa maju dan berkembang, tentunya harus dibangun secara bersama. Sehingga, apapun yang menjadi halangan perusahaan akan bisa diselesaikan. ’’Saya sangat kagum dengan apa yang saya lihat di Redaksi Bandung Ekspres, karena semua tim terlihat sangat solid,’’ katanya.

Pria yang sudah lama menetap di Taiwan ini mengungkapkan, dengan dibangunnya kebersamaan di dalam, maka ke depan, dirinya yakin kalau Bandung Ekspres bisa lebih maju dan berkembang lagi. Asal kesolidan yang sudah dibangun jangan sampai hancur. ’’Tanpa adanya kebersamaan mustahil akan meraih semua tujuan,’’ ujar Richard.

Sementara itu, Kapolsek Panyileukan Komisaris Darmawan HS, menegaskan, sebagai mitra kerja diharapkan Bandung Ekspres bisa menjadi pelopor pencerahan dalam bidang publikasi. ’’Saya harap Bandung Ekspres bisa menjadi mitra kerja yang baik dan ke depan bisa lebih maju dan berkembang,’’ pungkasnya. (dn/far/tam)

Untuk Anda
Terbaru