banner

Mental Judo Jawa Barat Drop

darikita 20 Oktober 2016
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES SERANG LAWAN: Atlet paralimpik Judo asal Jabar Bayu Pratama (putih) saat melawan atlet paralimpik asal Sumatra Selatan Abdul Hapid (biru) pada pertandingan semi final kelas -66 kilogram di Gor Pajajaran, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (18/10).
vertical banner

Mengenai partai final melawan rekannya sendiri, Riscar Aditya Utama, Rafli mengaku tidak ada beban. Menurut pelajar SMA Puragabaya Bandung ini, keduanya saling mengalahkan dalam latihan sehari-hari.

”Saya dedikasikan kemenangan ini untuk semua, buat keluarga, teman-teman di judo, pelatih, dan Jawa Barat pastinya,” ucapnya.

Untuk diketahui, atlet judo Peparnas memang didominasi wajah baru. Namun begitu, tim pelatda judo Peparnas Jawa Barat optimistis bisa menyapu bersih semua nomor yang mereka ikuti. Meski, mereka dipastikan kehilangan satu emas karena tidak turun di kelas +57 kilogram putri.

Pelatih pelatda judo Peparnas Jabar Budi Hidayat mengatakan, Jabar saat ini kehilangan atlet untuk kelas +57 kilogram putri. ”Dulu ada, tetapi yang bersangkutan kemudian keluar,” katanya.

Dengan kosongnya atlet kelas itu, tim judo Jabar dipastikan hanya akan mengikuti 11 dari total 12 kelas yang dipertandingkan. Namun tim pelatda dihuni 15 atlet.

Budi mengakui, seleksi atlet judo Peparnas awalnya cukup sulit. Soalnya pada Peparda pun olahraga beladiri tersebut belum dipertandingkan.

Begitu pula di Perparnas XV, judo dipertandingkan untuk pertama kalinya. Akibatnya, Budi dan jajaran pelatih terpaksa mengambil atlet paralimpik dari Yayasan Wyata Guna.

”Kami ambil penyandang tunanetra low vision B12 dan B13. Sisanya dari kategori disabilitas lain,” tutur Budi.

Permasalahannya, kata Budi, hampir semua rekrutan itu belum mengenal olahraga judo saat rekrutmen 2 tahun lalu. Sebagian berlatar belakang olahraga lain seperti catur dan atletik, sebagian lain sama sekali belum menggeluti olahraga.

Meskipun demikian, Budi mengapresiasi daya juang anak asuhnya. Mereka mampu menguasai teknik judo dalam waktu 5-8 bulan. Padahal pada umumnya penyandang disabilitas baru menguasai teknik itu setelah belasan bulan berlatih.

Untuk Anda
Terbaru