Budi juga menegaskan bahwa atlet yang berlatar belakang olahraga lain, berkomitmen untuk fokus di judo. ”Di tim kami tidak ada atlet yang juga berlaga di cabor lain pada Peparnas XV,” ucapnya.
Soal teknik, Budi sudah yakin 100 persen. Meskipun sempat turun setelah ditinggal Budi yang ikut pelatda PON Jabar ke Korea, semua pejudo Peparnas kini sudah kembali menunjukkan performa terbaik.
Terkait peta kekuatan di Peparnas XV, Budi mengaku masih buta karena baru mempertandingkan judo. Namun berkaca dari Kejurnas Jabar Open 2015 lalu, Jabar bisa menyapu bersih semua emas.
Sementara itu, tuan rumah Jawa Barat melejit dan meninggalkan pesaing terdekatnya Jawa Tengah pada klasemen perolehan medali Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jabar.
Hingga pukul 19.30, kontingen Jabar telah mengemas 73 medali emas, 38 perak dan 28 perunggu dengan total medali sebanyak 138 medali.
Di peringkat kedua Jawa Tengah dengan 30 medali emas, 31 perak dan 24 perunggu. Disusul di peringkat ketiga Kontingen Papua dengan 17 medali emas 10 perak dan tujuh perunggu.
Pada hari ketiga penyelenggaraan Peparnas 2016, Jabar mendulang emas sangat signifikan, lebih dari 40 keping yang diraih dari hampir semua cabang olahraga yang telah menggelar partai final seperti atletik, tenpin boling, tenis meja, judo, catur, angkat berat, tenis kursi roda dan lainnya.
Kontingen Jawa Barat juga diambang mencetak rekor perolehan medali emas terbanyak yang pernah diraih kontingen itu pada ajang Peparnas, seperti halnya kontingen PON Jabar yang juga mencatat rekor medali emas terbanyak sepanjang keikutsertaanya di ajang perhelatan multievent itu. (bbs/ant/rie)













