banner

Minta Emil Selesaikan Tugas

darikita 29 Januari 2016
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS PERJUANGKAN GBLA: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kanan) beri keterangan usai melakukan pertemuan dengan pihak Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, kemarin (28/1). Dari dialog disimpulkan jika Bareskrim memberi izin Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) direnovasi yang rencananya akan digunakan untuk pertandingan pembuka dan penutup PON 2016.
vertical banner
Harus Konsisten dengan Janji saat Pencalonan

darikita.com, Rencana Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang menjadi bakal calon (balon) Gubernur DKI tak direstui warga Bandung. Mereka meminta, pria yang akrab disapa Emil itu, fokus membangun hingga habis masa jabatan.

Maman Suherman, 53, salah seorang warga, Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong menilai, jika wali kota jadi maju ke DKI, berarti Emil tidak konsisten dengan janjinya pada saat pencalonan jadi wali kota.

’’Saat pencalonan Emil kan menyampaikan visi dan misi lima tahun ke depan. Sekarang belum juga separuhnya malah mau ninggalin rakyatnya,’’ kata Maman saat ditemui di Pasar Kiaracondong, kemarin (28/1).

Maman mengungkapkan, meskipun selama dua tahun telah banyak mengalami perubahan. Namun bagi dia, pembangunan di segala bidang belum sampai 50 persen. ’’Masih ada berberapa daerah yang dilanda banjir, seperti Gedebage dan daerah lainnya. Itu kan belum selesai juga,’’ ungkap Maman.

Lebih lanjut Maman menegaskan, persoalan transportasi yang merupakan motor pergerakan perekonomian Kota Bandung saat ini belum tuntas.’’Kalau belum beres sudah mau maju, kapan Bandung terbebas dari banjir?,’’ ungkap Maman.

Di tempat terpisah, Ujang, 54, petugas kebersihan pasar Cibeunying Kaler berharap, majikannya itu mempertimbangkan kembali niatannya melaju ke bursa pencalonan DKI Satu. Meskipun dia diminta oleh Gerindra sebagai partai pengusung.

’’Saat ini Ridwan Kamil menjadi milik warga Kota Bandung. Sebab, rakyat sudah memilihnya untuk jadi bapaknya rakyat Kota Bandung,’’ tutur Ujang.

Untuk diketahui, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, santer disebut bakal menjadi pesaing Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Sejumlah partai politik diketahui mencoba melakukan pendekatan kepada Emil.

Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sosial juga sempat menyebut nama Ridwan Kamil untuk dimasukan ke daftar kandidat, yang akan dijagokan dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Emil pun menjadi salah satu figur yang diharapkan kader Partai Gerindra DKI untuk maju pada Pilkada 2017 mendatang. Karena itu, dia diundang oleh DPD Gerindra untuk hadir pada acara penjaringan bakal calon gubernur (Cagub) DKI tahap II.

”Banyak sekali mendapat aspirasi, dari warga Jakarta, dari pengusaha Jakarta, partai A,B,C semua. Posisinya hari ini saya dengerin dulu masukan-masukannya, dengerin juga curhatan warga Bandung yang rata-rata nggak mau ditinggalin,” kata Emil di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin (28/1).

Emil mengaku, khawatir jika dirinya mendatangi penjaringan Gubernur DKI Jakarta akan disangka sudah mengambil keputusan. Padahal, hingga saat ini dia masih menimbang dan menganalisa positif dan negatifnya jika dia mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

”Saya masih dengerin dulu. Nanti kalau posisinya sudah lengkap kiri, kanan, depan, belakang, saya analisa positif-negatifnya, saya baru ambil keputusan,” ujarnya.

Sementara, ucapan Emil soal curhatan warga Bandung yang menolaknya maju menjadi Gubernur DKI, memang bukan isapan jempol semata. Sejumlah warga menyuarakan penolakan mereka melalui media sosial, salah satunya melalui fanpage Facebook resmi Ridwan Kamil.

Dalam status yang diunggah Emil terkait program perpustakaan di taman-taman kota, sejumlah warga Bandung bahkan mengancamnya agar tidak meninggalkan Bandung.

”Kalau Ridwan Kamil jadi gubenur DKI berarti menghianati Kota Bandung… gak usah jadi gubenur atau presiden, Bandung lebih mudah untuk diurus,” ujar pemilik akun Anddy Tristanto.

Sementara, netizen yang merupakan warga Bandung lainnya juga ikut berkomentar dengan meminta agar Emil tidak usah mempedulikan tawaran partai-partai politik yang hendak menggandengnya menuju Pilkada DKI 2017.

”Tolong jangan tinggalkan Bandung dan Jawa Barat hanya demi memuaskan ambisi politik segelintir partai yang coba-coba mengusung Akang ke DKI ya kang… Hatur nuhun, Salam. #BandungJuara,” tulis akun Ree Dho.

Beberapa waktu lalu, Emil memang sempat menyatakan bahwa sisa masa jabatannya sebagai Wali Kota Bandung masih panjang. Selain itu, Kota Bandung belum menjadi lebih baik sesuai dengan konsepnya, yakni sebagai Kota Pintar dan Kota Modern.

Terkait adanya sejumlah partai politik yang menyebut namanya sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta, Emil mengaku sangat tersanjung. ”Kalau ada yang menyebut nama saya, ya, saya mengapresiasi,” ucapnya.

Di bagian lain, sejumlah nama telah muncul sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta. Selain Emil, nama lain yang sudah lebih dulu muncul adalah pengusaha muda Sandiaga Uno serta mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. (dn/bbs/rie)

Untuk Anda
Terbaru