banner

Mulai Berpromosi di Aplikasi

darikita 15 November 2018
SARANA EDUKASI WARGA: Gedong Budaya Sabilulungan yang menjadi kebangaan masyarakat Kabupaten Bandung memberikan berbagai fasilitas sebagai wadah berkreasi.
vertical banner

SOREANG – Dinas Pariwi­sata Dan Kebudayaan (Dis­parbud) Kabupaten Bandung merayu wisatawan dengan beragam cara. Salah satunya akan me-launching aplikasi berbasis Android.

Nantinya, aplikasi tersebut akan berisi beragam desti­nasi wisata Sabilulungan. Lengkap dengan fasilitas apa saja yang pendukungnya. Antara lain, Gedong Budaya, Sains Center dan Out Dor Balerame dll.

Kepala Bidang Promosi Vena Andriawan mengatakan, secara nasional sektor pari­wisata menjadi sumber de­visa kedua setelah minyak dan gas (Migas). Tapi bagi daerah, khususnya Kabupa­ten Bandung yang kaya akan destinasi wisata tidak memi­liki kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disebabkan, sebagian besar destinasi wi­sata di Kabupaten Bandung miliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

”Maka kami membuat destinasi wisata budaya sabilulungan yang berlo­kasi di depan komplek Pem­kab Bandung,” jelas Vena saat ditemui di Soreang kemarin (14/11).

Dengan membangun kawa­san budaya sabilulungan yang memiliki sejumlah fasilitas yang dijadikan destinasi wi­sata, seperti Puseur Elmu atau sains center yang terdapat bioskop 4D, maka fungsi ge­dung Sabilulungan pun akan menjadi multifungsi.

”Kawasan budaya Sabilu­lungan dijadikan destinasi wisata. Sebab, terdapat bebe­rapa sarana seperti Sains Center, gedung budaya dan out dor balerame yang bisa digunakan berbagai pertunju­kan,” jelasnya.

Selain didorong dari fasilitas pertunjukkan, Vena menje­laskan, pendapatan dari ka­wasan budaya Sabilulungan juga ditopang dari pembena­han lahan parkir.

”Sampai sekarang, PAD dari kawasan budaya Sabilu­lungan mencapai Rp 500 juta. Untuk mendorong peningka­tan pendapatan tersebut, kami akan terus berbenah dan berencana membuat apli­kasi dan website,” akunya.

Dengan adanya aplikasi Android dan website, lanjut Vena, nantinya akan mengu­padate sistem informasi bu­daya Sabilulungan. ”Akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan infor­masi jadwal kegiatan selama satu tahun, booking lokasi dan juga untuk mendapatkan in­formasi fasilitas dan keung­gulan kawasan budaya Sa­bilulungan ini,” tuturnya

Vena menambahkan dengan adanya aplikasi adriod terse­but, selain bisa mendapatkan informasi tentang kawasan budaya sabilulungan sekaligus keunggulan pasilitas yang tersedia. Rencananya, Dis­parbud akan me-launching aplikasi Android dan website pada 22 November mendatang.

”Di smaping aplikasi, kami juga membenahi kawasan Sabilulungan. Di antaranya dengan pembangunan pusat informasi pariwisata, wa­hana 3D art galery, wahana kaulinan urang lembur serta food court sebagai wisata kuliner,” paparnya sambil menambahkan, aplikasi sis­tem pemasaran kawasan Sabilulungan ada di alamat kampungsabilulungan.com.

Sekretaris Dinas Priwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Cecep Hendrawan mengakui di era masa mele­nial seperti saat ini untuk membantu promosi sektor wisata harus mengikuti per­kembangan teknologi.

”Semakin digital maka kita harus mengikuti per­kembangan dengan men­ciptakan berbagai aplikasi untuk menyentuh secara personel,” ungkapnya.

”Dengan menggunakan di­gital maka tata kelola dan managemen pariwisata akan lebih mudah dan profesional,” sambungnya. (rus/rie)

Untuk Anda
Terbaru