Ia mengatakan wilayah selatan Jabar seperti Garut dan Tasikmalaya mesti menjadi prioritas penempatan alat berat. Sebab, wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah rawan terjadinya longsor. ”Kami sudah berkoordinasi dengan Bina Marga untuk menyiagakan alat berat terutama di wilayah Jabar Selatan. Karena itu wilayah lintasan dan tujuan (libur Natal dan Tahun Baru 2017),” tambahnya.
Selain meminta menyiapkan alat berat, pihaknya pun meminta agar lajur-lajur yang rusak serta penerangan jalan umum (PJU) segera diperbaiki, terutama di wilayah Jabar Selatan tersebut. ”Saya sudah survey di beberapa titik terutama jalur Garut-Tasikmalaya. Ada yang komponennya hilang diambil orang atau rusak karena cuaca. Kami sudah minta (Bina Marga) untuk segera diperbaiki,” kata Dedi.
Tidak hanya mengantisipasi gangguan bencana longsor dan minimnya penerangan, kata Dedi, pihaknya juga sudah meminta untuk menyiagakan pompa air di kawasan rawan banjir seperti Rancaekek, Kabupaten Bandung. ”Pompa air juga sangat diperlukan nanti kalau banjir di Rancaekek. Karena bisa menghambat arus lalu lintas,” pungkasnya. (yan/ign)












