darikita.com, Okupansi hotel menjelang natal dan tahun baru di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat meningkat hingga 90 persen. Mereka yang memesan kamar untuk penginapan didominasi dari sebuah perusahaan dan masyarakat umum.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia KBB, Eko Suprianto mengatakan, menghadapi hari besar di akhir tahun ini, ada kenaikan pada tarif hotel. Rata-rata kenaikan antara 30-70 persen.
Menurut dia, kenaikan okupansi hotel tersebut memang selalu terjadi menjelang akhir tahun. Para pengunjung dari luar daerah memanfaatkan liburan untuk merayakan tahun baru di sekitar Lembang. ”Memang setiap tahun di Lembang ini menjadi tujuan masyarakat untuk berlibur. Selain ada lokasi wisata, juga tersedia hotel yang sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Eko.
Lebih jauh dia menjelaskan, pengunjung yang datang ke Lembang kebanyakan didominasi dari Jakarta, Sumatera dan Jawa Tengah. Mereka yang datang biasanya langsung bersama keluarga. Sehingga kamar yang tersedia di hotel sangat penuh. ”Biasanya kalau telat memesan jauh-jauh hari sudah kehabisan tempat. Makanya, sekarang saja kenaikannya cukup tinggi,” ujarnya.
Di wilayah KBB, lanjut dia, terdapat 285 hotel dan restoran yang kerap dikunjungi warga saat liburan. Sejumlah hotel dan restoran tersebut sebagian besar berada di Kecamatan Lembang. Dari ratusan hotel, sebanyak 24 hotel di antaranya merupakan kelas menengah hingga bintang empat. ”Rata-rata tarif hotel bintang tiga itu Rp 400.000 semalam. Menjelang tahun baru, bisa meningkat hingga 70 persen,” katanya.
Eko menjelaskan, kenaikan tarif hotel tersebut, bukan hanya karena tingginya jumlah pengunjung. Namun, sejumlah hotel juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyediakan bahan baku masakan serta upah lembur karyawan.
Meski demikian, lanjut dia, sebagian hotel di Lembang saat ini masih tersedia untuk para pengunjung. ”Lagipula, setiap tahun selalu ada penambahan jumlah hotel di Lembang. Jadi, masih ada beberapa hotel yang belum fully-booked,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Lembang, Gunawan, 30, mengaku, jika sudah memasuki akhir tahun banyak pengunjung yang menghabiskan liburannya di Lembang. Mereka yang datang untuk menghabiskan malam tahun baru dan pada 1 Januari mereka langsung mendatangi sejumlah objek wisata. ”Kebetulan saya asli Lembang, pokoknya kondisi lalulintas sangat macet,” paparnya.
Dia memaklumi jika pada liburan tahun baru kondisi lalulintas biasa macet. Sebab, banyak pengunjung juga yang membawa kendaraan pribadi. ”Memang sudah jadi agenda tahunan bakal macet. Tapi, kita harapkan dari pemerintah dan kepolisian agar mengatur lalulintas agar tidak macet terlalu parah,” pungkasnya. (drx/rie)













