banner

Orang Bandung Suka Belanja Pisau Dapur di Lazada

darikita 5 Maret 2016
TRANSAKSI TINGGI: Co-CMO Lazada Group Florian Holm saat mempresentasikan grafik transaksi masyarakat Jawa Barat di situs Lazada di Hotel Sheraton, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, kemarin (4/3). Dalam presentasinya, Florian menyebutkan kalangan usia 15-24 paling tinggi melakukan pembelanjaan lewat situs Lazada.
vertical banner

Coblong Paling Konsumtif

darikita.com, Kecamatan Coblong dan Sukajadi menjadi dua kawasan di Kota Bandung yang paling tinggi dalam traffic online shop. Uniknya, bukan pakaian atauhandphone yang paling popular dibeli, tapi peralatan dapur.

Florian Holm, Co-CMO Lazada Group mengatakan, setiap kota di Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam online shop. Mulanya, dia berpikiran, Bandung yang dikenal sebagai salah satu industri fesyen akan menjadi pembeli atau penjual paling tinggi di antara item lain.

”Pembelian mayoritas mereka lebih kepada produk-produk perlengkapan rumah tangga berukuran kecil. Seperti pisau dapur, perlengkapan memasak dan tempat makanan,” tutur Florian saat Roadshow jeLazada di Hotel Sheraton, Kecamatan Coblong, kemarin (4/3).

Dia mengatakan, Bandung memiliki potensi unik untuk menjadi kota yang berperan penting dalam pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Sebab, penduduk Bandung didominasi oleh masyarakat berumur 15-24 tahun. Di usia produktif tersebut, kata dia, akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif paling signifikan.

”Saya tidak tahu, kenapa orang di Coblong senang membeli pisau dapur. Apakah di daerah sini memang banyak pedagang?” kata Florian. ”Iya,” jawab para wartawan sambil tertawa.

Jika memang iya, kata dia, golongan masyarakat inilah yang akan berpotensi untuk mendapatkan keuntungan maksimum dengan berbisnis online. Sebab, saat ini banyak mahasiswa yang juga berjualan sambil kuliah.

Disinggung soal kemungkinan akan lebih banyak barang luar negeri masuk ke Indonesia via Lazada ketika masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan, Florian mengatakan, berusaha untuk mempertemukan buyer dengan seller terbaik. Terlebih, Sebagai perusahaan e-commerce yang memiliki cabang di enam negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, Lazada telah menjadi pionir dalam industri e-commerce di Asia Tenggara. ”Ini menjadi dorongan untuk menciptakan standar baru untuk menghadirkan kualitas belanja dan berjualan online terbaik di Indonesia,” tuturnya sambil menambahkan, di 2016 Lazada telah berhasil menjadi situs belanja nomor 1 di Indonesia dengan sekitar 5 juta kunjungan situs setiap harinya.

Tania Amalia, PR Manager Lazada Indonesia menambahkan, Lazada memiliki banyak SDM yang mengawasi produk yang dijual oleh seller. Dia pun menjamin, keaslian dari barang yang dipromosikan di Lazada. ”Kalau pun diketahui palsu atau sengaja menjual yang rusak, kami akan berikan sanksi keras. Minimal, kami blok agar tidak bisa bertransaksi selama satu bulan penuh,” urainya.

Menurut dia, sejak peluncuran situsnya pada Maret 2012, Lazada telah bermitra dengan sekitar 11.000 penjual yang tersebar di 15 kategori produk yang beragam yang memberikan kontribusi penjualan sekitar 79 persen selama 2015.

Tania memerinci, Lazada memiliki 22 pusat distribusi dan jaringan operasi yang mencakup sekitar 80 persen wilayah Indonesia. Di samping sistem pengiriman dan ekosistem logistik yang mumpuni, Lazada juga memiliki platform marketplace yang luas dengan sekitar dua juta produk tersedia di situs Lazada.

Di bagian lain, roadshow jeLazada di Bandung mengawali rangkaian kegiatan ulang tahun keempat Lazada Indonesia. Puncak acaranya akan diselenggarakan melalui pesta belanja online pada 15-18 Maret 2015 bertajuk “jeLazada party di Lazada”.

Konsumen di seluruh Indonesia dapat menikmati beragam penawaran menarik untuk lebih dari dua juta produk yang di Lazada. ”Karena ini ulang tahun ke empat, maka ada banyak produk yang dijual dengan harga Rp 4 ribu,” ungkap Florian. (rie)

Untuk Anda
Terbaru