
MEDAN – Provinsi Jawa Barat (Jabar) mempunyai jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tak mudah guna menyinkronkan antara program pembangunan pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Apalagi untuk menyambungkan program-program dimaksud dengan Paguyuban Warga Sunda (PWS) se-nusantara. Demikian dikatakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan dalam temu ramah bersama warga Sunda di Kota Medan, Sumatera Utara, di Hotel Santika Dyandra Medan pada Jumat (5/6) malam.
Di hadapan PWS Sumut dan warga Sunda yang berdomisili di Kota Medan, istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini mengatakan, ke depan prioritas pembangunan Provinsi Jabar adalah mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Selain aspek pendidikan, bidang ekonomi juga menjadi perhatian Pemprov Jabar. Sebab menurut Netty, permasalahan sosial yang terjadi ditengah masyarakat tak terlepas dari sulitnya ekonomi yang dirasakan masyarakat.
”Sumber daya alam sewaktu-waktu akan habis, namun melalui SDM yang unggul dan berkualitas, akan lebih mudah menyambungkan kebijakan serta program pembangunan demi kemaslahatan masyarakat. Mari kita (warga Sunda), mulai hari ini memantaskan diri untuk tampil di pentas nasional. Bukan hanya menang kuantitas, tetapi memiliki kualitas dan menjadi SDM unggul,” ajak Netty yang disambut aplaus tamu undangan yang berhadir.
Pertemuan kali ini, menurut Netty, menjadi ajang silaturahim terhadap warga sunda di Sumut dan Kota Medan khususnya. Untuk itu dia berharap hal ini menjadi momentum untuk menyambungkan apa yang sudah dilakukan Gubernur Jabar, melalui berbagai kebijakan pembangunan, dapat memperkuat eksistensi warga Sunda di seluruh Indonesia.
”Kita memiliki potensi untuk memantaskan diri mengantarkan putra-putri terbaik Jabar ke pentas nasional. Kita memiliki historis dari tokoh-tokoh yang sebelumnya sudah mentas di nasional,” katanya.
Upaya menyamakan persepsi warga Jabar dengan penyelenggaraan pemerintahan itulah, sebut dia, menjadi kata kunci bagaimana mempercepat pembangunan atas berbagai program yang sudah dirancang Pemprov Jabar.
Dalam acara itu, turut hadir Ketua DPP PWS Sumut Jejen, Ketua Sunda Ngumbara Pusat Ade Jeno, pembina PWS Sunda Sumut, sejumlah anggota Forum Komunikasi Ngumbara Pusat, dan warga Sunda di Kota Medan.
Ketua DPP PWS Sumut Jejen mengatakan, kondisi masyarakat Sunda di Sumut memiliki kontribusi buat daerah setempat. Selain menjadi pejabat daerah, warga Sunda di Sumut bekerja sebagai pedagang.
”Sesuai data kita, 60 persen warga sunda di Sumut adalah wirausaha, sisanya menjadi pejabat di mana membantu para pedagang dan menganyomi warga Sunda,” ucapnya.
Menurut dia, konflik antara etnis Sunda di Sumut dengan etnis lain juga jarang terdengar. Selain itu kerjasama dengan seluruh etnis yang ada di Sumut juga terbilang baik. Hal ini tentunya, kata dia, bisa membangkitkan spirit bagi warga Sunda untuk menjadi nomor satu. Tidak hanya nomor satu karena menjadi suku dengan jumlah terbesar, juga aspek lainnya di bidang pembangunanm
Sebelumnya, Jejen juga mengutarakan permintaan PWS Sumut soal sekretariat PWS Sumut di Kota Medan. Sebab selama berdiri di Sumut, PWS Sumut tidak memiliki sekretariat tetap.
Pada kesempatan itu Jejen tak lupa memperkenalkan tokoh-tokoh PWS di Sumut seperti Ustadz Komaruddin Tasik, Tatang Sudrajang, Armand, Dedet, Konel Mulyana (mantan Ketua Mahmil yang berkantor di Medan), Kombes Amangane (Kasubdit Hukum Polda Sumut), Endang Herwaman (Dirlantas Polda Sumut), Endang Waskita (pengurus PWS Sumut), dan sejumlah tokoh Sunda lainnya yang ada di Sumut dan Medan.
”Mari PWS Sumut menjadi nomor satu di manapun berada, dan mampu membantu kerja pemda setempat dan Pemprov Jabar,” pungkas Ketua UKM Kota Medan itu seraya mengingatkan kepada tamu undangan jangan lupa hadir pada pelantikan pengurus DPP PWS Sumut pada 7 Juni 2015 ini.
Sementara itu Ade Jeno selaku Ketua Sunda Ngumbara Pusat dalam sambutannya lebih banyak mengulas tentang berdirinya Ormas Sunda di Sumut. Dia berharap organisasi Sunda di Sumut tersebut dapat menjadi etalase Jabar di Provinsi Sumut.













