darikita.com, Kobaran api meludeskan bangunan pabrik plastik PT Euodoo Jalan Paralon nomor 21 rt 01/rw 04 Kelurahan Cigondewah Kaler Kecamatan Bandung Kulon, kemarin (1/2) sekira pukul 05.15. Api yang diduga dipicu hubungan arus pendek listrik itu juga menghanguskan tiga atap rumah warga yang berdekatan dengan pabrik.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, jumlah kerugian material hingga kini masih didata pemilik Fam Tenny Prawiradilaga, 63, warga Jalan Sakura nomor 20 Rt 088/Rw 005 Kelurahan Sukahaji Kecamatan Babakan Ciparay tersebut.
Menurut informasi warga, sumber api berasal dari pabrik plastik yang berada di samping permukiman. Meski begitu, tak banyak warga yang mengetahui asal mula munculnya api tersebut. Warga hanya melihat api sudah membumbung tinggi dan mengeluarkan asap hitam pekat di tengah pabrik plastik. Padahal, waktu itu warga yang tinggal berdampingan dengan kawasan pabrik sudah mulai beraktivitas sejak subuh.
Kabid Damkar Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung Yosep Heryansah mengatakan, sumber api diduga berasal dari ruangan pengolahan pembuatan biji plastik PT Euodoo. Kobaran api merambat ke sebagian besar bangunan pabrik yang luasnya mencapai 1.200 meter persegi (m2). ”Penyebab dugaan sementara api berasal dari mesin penghancur atau pemanas plastik,” kata Yosep kemarin (1/2).
Yosep menjelaskan, api sempat merambat ke tiga rumah warga yang jaraknya cukup berdekatan dengan lokasi pabrik. Tetapi api berhasil dijinakkan sehingga tak menjalar ke rumah warga lainnya. ”Kami melakukan penyekatan isolasi api ke rumah penduduk sekitar dan ruangan gudang bahan material plastik yang mudah terbakar,” jelasnya.
Yosep mengungkapkan, membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk memadamkan api atau sekitar pukul 08.10. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Pemadaman dilakukan oleh DPPK Kota Bandung dibantu mobil damkar dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
”Dikerahkan 10 mobil pemadam kebakaran dari Kota Bandung, dibantu 2 unit dari Kota Cimahi, 3 unit dari KBB, dan 2 unit dari Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 4, Dadang Hidayat menjelaskan, sebelum api muncul, sempat ada ledakan di dekat tiang listrik di bagian belakang gudang pabrik yang terbakar. ”Apinya dari belakang gudang pabrik ini. Apinya sangat besar,” ujar Dadang.
Menurut Dadang, akibat kebakaran tersebut, empat rumah yang menempel langsung dengan bagian dinding gudang yang terbakar, juga ikut dilalap api. Beruntung para penghuninya tak sampai menjadi korban.
Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana, mengungkapkan, api diketahui pertama kali Arif Fitriyadi, 20, yang berada di dalam pabrik sekitar 05.15. Dia melihat kepulan asap dari mesin pemanas yang kemudian melaporkan hal tersebut kepada karawan pabrik, Harry Akbar, 40, dan Endang Rahmad, 42.
Reny mengatakan, para saksi mencoba memadamkan api dengan empat alat pemadam api ringan (APAR). Namun api malah semakin membesar dan menjalar ke bahan baku plastik dan bangunan. ”Untuk memastikannya kami masih menyelidiki kebakaran tersebut. Untuk kepentingan penyelidikan, lokasi kebakaran kami pasangi garis polisi,” katanya. (yul/rie)













