banner

Pembangunan Karakter Mulai Luntur

darikita 17 Mei 2016
ISTIMEWA BERBARIS: Sejumlah anak Paud saat mengikuti latihan militer yang dipimpin gurunya. Pendidikan karakter bagi siswa sekolah disebut luntur yang berdampak maraknya kejahatan seksual di Indonesia
vertical banner

Maman menjelaskan, selain di sekolah, pembinaan para remaja ini juga penting dilakukan di luar jam sekolah. Hal itu, tidak lain sebagai ajang ekpresi diri dan pembinaan bagi para remaja yang sedang berkembang di luar jam sekolah. Terkait hal itu, dia pun menyayangkan dengan ditiadakannya salah satu wadah kreativitas dan pembinaan para remaja di Bangung Raya yakni, IKOSIS. Padahal, selain sebagai wadah untuk berkreativitas dan wadah pembinaan, IKOSIS juga kerap dijadikan sebagai wadah untuk menjalin rasa kekeluargaan di kalangan remaja setingkat SMA. ’’Di IKOSIS itu dulu kami belajar kepemimpinan dan paskibraka, itu juga menjadi salah satu ajang bagi anak-anak SMA se-Kota Bandung dan se-Jawa Barat, di sana juga ada forum siswa berkarya, ini pun dijadikan sebagai ajang lomba unjuk kabisa tapi formatnya bukan siapa yang jadi juara tapi kekeluargaan,” terangnya.

IKOSIS di Bandung raya terakhir berdiri pada tahun 1987. Pendirian wadah ini dilegitimasi oleh Pemerintah Pusat melalui Kantor Wilayah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) saat itu. ’’Kami sayangkan sekarang sudah tidak ada lagi, sekarang jadi forum OSIS tapi apakah seperti IKOSIS konsep dan pembinaannya,” tuturnya.

Terkait hal itu, dijelaskan Maman, sebagai upaya Pemkab Bandung Barat untuk melakukan pembinaan kepada kalangan remaja, tepatnya tanggal 29 Mei nanti, Pemkab Bandung Barat akan mengadakan latihan kepemimpinan di 16 kecamatan di KBB yang bekerja sama dengan forum Belanegara. ’’Berbagai pihak akan kami undang untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta melakukan pembinaan kepemimpinan bagi anak-anak bangsa khusus di Kabupaten Bandung Barat,” tandasnya. (drx/vil)

Untuk Anda
Terbaru