banner

Pembangunan Pasar Cilamaya Terganjal Status Tanah

darikita 28 November 2016
vertical banner

Pemerintah Kabupaten Karawang manargetkan membangun ulang Pasar Cilamaya tahun 2017 mendatang. Saat ini, Pemkab setempat masih mengurus sertifikat lahan pasar tersebut.

“Kami belum bisa membangun pasar yang terbakar pada malam lebaran lalu karena terganjal status tanah pasar tersebut. Setelah ditelusuri ternyata lahan Pasar Cilamaya masih berstatus rampasan perang,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi, Hanafi Chahniago, Minggu 27 November 2016.

Menurut dia, setelah status lahan menjadi milik Pemkab Karawang yang dibuktikan dengan sertifikat, pembangunan ulang Pasar Cilamaya baru bisa dimulai. Diharapkan, pengurusan sertifikat selesai akhir 2016 ini.

“Saat ini para pemilik kios telah membangun sendiri tempat usahanya yang terbakar pada malam lebaran itu. Mereka meminta waktu satu tahun untuk berjualan pada kios daruratnya,” ujar Hanafi.

Disebutkan juga, hak guna pakai Pasar Cilamaya sebenarnya telah habis sebelum pasar tersebut terbakar. Hanya saja para pedagang belum bersedia jika pasar tersebut dibangun ulang menjadi pasar yang lebih modern dan representatif. Setelah terbakar, sebagian pedagang sebenarnya menyatakan setuju jika pasar dibangun lagi. Namun ternyata status lahan pasar tersebut belum bisa diklaim sebagai aset Pemkab Karawang.

Menurut Hanafi, pada 2016 ini, pihaknya baru bisa merenovasi Pasar Jatiwangi di Kecamatan Banyusari dan Pasar Wadas di Kecamatan Lemahabang. “Hal itu pula yang menyebabkan penyerapan anggaran pada Disperindagtamben terbilang rendah,” kata Hanafi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan PR di lapangan, kondisi Pasar Cilamaya saat ini terlihat kumuh dan semerawut. Ratusan pedagang kaki lima menutup badan jalan sehingga arus lalu-lintas terganggu. Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya petugas parkir liar yang memanfaatkan badan jalan untuk parkir sepeda motor. Jalan yang sempit akibat dipakai lapak PKL, semakin sempit oleh parkir kendaraan.

Selain itu, air hujan kerap menggenangi jalan akibat drainasenya tersubat sampah. “Pasar ini memang sudah selayaknya dibangun ulang. Benahi darinasenya dan tempatkan PKL pasar satu lokasi,” ujar Dedeh, warga setempat. Menurut dia, warga sebenarnya sudah tidak nyaman atas kondisi tersebut. Namun mereka bertahan berjualan karena tidak ada lokasi lain untuk berdagang.***

Untuk Anda
Terbaru