banner

PNS Daerah Juga Mau Uang Pulsa

admin darikita 25 Agustus 2020
vertical banner

SUBANG-Rencana pemerintah pusat yang memberikan uang pulsa sebesar Rp200.000 per bulan kepada para PNS di tahun 2021, diwacana­kan akan berlaku terhadap para PNS di kemen­terian atau lembaga. Hal tersebut, mendorong PNS di Kabupaten Subang menginginkan hal serupa, karena di daerah juga membutuhkan pulsa untuk bekerja.

Salah satu PNS Subang Saeful A mengatakan, untuk adanya pemberian uang pulsa Rp200.000 per bulan, banyak rekan-rekannya yang mem­pertanyakan. Apakah PNS di daerah juga menda­patkan bantuan uang pulsa Rp200.000 per bulan atau tidaknya. “Meski masih wacana, namun jika dilihat hanya untuk PNS di kementrian atau di lembaga,” katanya.

Saeful tidak menampik, PNS-PNS di Kabu­paten Subang juga pastinya akan sumringah jika diberikan pulsa Rp200.000 per bulan. Jika memandang perlu, maka pemerintah pusat juga harus melihat para PNS di daerah. “Siapa yang tidak membutuhkan? para PNS juga sebenarnya butuh apalagi dengan kondisi work from home (WFH),” ungkapnya.

PNS lainnya, Suprayogi mengatakan, wacana pem­berian pulsa Rp200.000 dari pemerintah pusat tersebut kabarnya untuk menerapkan kinerja den­gan prinsip flexible work­ing space (kerja dimana saja, red). Hal tersebut, sepertinya tidak berlaku untuk di daerah. “Dari informasinya hanya untuk kementrian atau lembaga, sedangkan untuk daerah tidak. Itu yang saya pa­hami,” katanya.

DIjelaskan Suprayogi, jika ditanya apakah PNS di daerah memerlukan uang pulsa Rp200.000, tentu saja membutuhkannya. Terlebih kondisi pandemi saat ini yang menjadikan penurunan ekonomi di segala lapisan. Maka dari itu, jika wacana terse­but bergulir ke PNS-PNS yang ada di daerah maka merupakan kabar baik. “Tentu saja, PNS di daerah juga membutuhkannya. Tetapi kalau tidak salah itu, hanya untuk PNS di kementrian atau lemba­ga,” ujarnya.

Kepala Bidang Ekonomi Setda Pemda Subang H, Tarwan mengatakan, di tengah pandemi seperti ini disarankan kepada para PNS yang ada di kabupaten Subang agar menghemeat pengeluarannya. “Kondisi yang membuat ekonomi terpuruk. Berhemat dan lebih memprioritaskan hal yang penting saja,” imbuh­nya.(ygo/vry)

Untuk Anda
Terbaru