darikita.com, KARAWANG – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Puseurjaya, Desa Babakan, Kecamatan Telukjambe Timur, minim fasilitas dan kekurangan ruang belajar. Bahkan beberapa tahun terakhir, sekolah tersebut meminjam ruangan sekolah lain untuk proses kegiatan belajar mengajar (KMB).
Kepala SDN Puseurjaya, Sunarto SPd mengatakan, sekolahnya sudah tidak cukup untuk menampung siswa-siswi. Sebab dari 12 rombongan belajar (Rombel) yang terdapat di sekolah, hanya terdapat enam ruangan kelas untuk digunakan.
“Sudah sejak lama kita meminjam tiga ruangan kelas dari sekolah lain yang jaraknya tidak terlalu jauh, untuk proses KBM kepada salah satu dermawan yang mau meminjamkan ruangannya,” ujanrnya kepada KBE, Rabu (3/6).
Sekolah yang rutin mendapatkan prestasi-prestasi dari siswa-siswinya itu, baik dalam tingkat kecamatan maupun kabupaten berharap bisa membangun gedung sekolah dua lantai. Karena sudah tidak memiliki lahan lagi, untuk membangun ruang kelas baru (RKB).
“Kepala sekolah yang sebelumnya juga sudah mengajukan, kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, untuk membantu pembangunan kelas lantai dua. Tapi hingga saat ini, belum ada tanggapan yang berarti,” katanya.
“Saya juga sudah menjalin komunikasi dengan perusahaan-peruhaan, terutama perusahaan yang berlokasi di Kawasan Surya Cipta dan KIIC, agar bisa memberikan bantuan dana CSR untuk membangun sekolah. Termasuk berkomunikasi dengan para alumni sekolah ini yang sekarang sudah menjadi orang sukses, untuk menjembatani agar prosesnya tidak dipersulit,” jelasnya lebih lanjut.
Sunarto menerangkan, dalam proses KBM sekolahnya hanya menerapkan jam sekolah pagi. Karena hampir semua murid di sekolah, di waktu siang melakukan kegiatan belajar mengajar tambahan, terutama mengaji di mesjid-mesjid sekitar. Jadi dengan kondisi kelas yang kurang dan tidak adanya jam sekolah siang, sekolah yang dipimpinnya sangat perlu membangun RKB.
“Saya sangat berharap pemerintah, baik itu Disdikpora, Badan Akreditasi Sekolah (BAS), atau Perusahaan-perusahaan swasta yang terdapat di KIIC atau Surya Cipta, bisa membantu proses pembangunan kelas yang sudah tidak memadai. Karena dari tahun ke tahun, animo masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah ini sangat tinggi sekali,” pungkasnya.













