darikita.com, Setelah momen Natal dan Tahun Baru berlalu, kini sejumlah warga berpesta kembali menyambut Imlek yang jatuh pada 8 Februari mendatang. Mereka menghias rumah, tempat publik dan tempat ibadah dengan pernak-pernik khas Tiongkok.
Tidak hanya warga Tionghoa, Perayaan Imlek pun membawa berkah tersendiri bagi pribumi. Para pelaku UMKM menangkap peluang dengan membuat pernak-pernik Imlek seperti lampion, baju hingga ’Dodol Cina’.
Seminggu menjelang perayaan puncak Imlek, banyak warga Tionghoa di Kota Bandung sudah ramai memesan ’Dodol Cina’. Menurut penanggalan kalender Tionghoa, tahun ini dimulainya tahun Monyet.
Sepanjang kawasan perumahan Cina, sudah banyak yang memulai aktivitas membersihkan rumah hingga bersih dengan filosofi menyapu kemalangan di tahun lalu dan menyambut nasib baik di tahun yang baru.
Aktivitas bersih-bersih dan persiapan juga terlihat di sejumlah Viahara. Salah satunya di Vihara Dharma Ramsi di Jalan Luna. Sejumlah pengurus vihara di sana terlihat sedang melakukan berbagai aktivitas, mulai dari memasang lilin hingga membersihkan patung-patung dan altar.
”Kita persiapan sudah sekira 75-80 persen. Mudah-mudahan sebelum Imlek nanti semua persiapan sudah selesai,” kata pengurus Vihara Dharma Ramsi, Subuan.
Di vihara itu, diperkirakan nantinya akan datang sekira 500-600 orang pada hari H. Mereka akan datang dalam kurun dua hari yaitu pada malam Imlek dan keesokan harinya.
Lain halnya di di kawasan industri kerajinan di Jalan Gunung Batu. Salah satu gerai kerajinan L & D art lamp terlihat ramai dikunjungi warga Tionghoa yang membeli lampion. Menjelang perayaan Imlek, pesanan lampion mengalami peningkatan sebesar 50 persen, untuk harga berada dikisaran Rp 100 ribu hingga puluhan juta rupiah. Harga tersebut tergantung bentuk lampion.
Sementara itu, di bidang transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung menyiapkan gerbong tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang,.
”Rangkaian kereta api kita sesuaikan dengan user, namun sejauh ini rangkaian kereta yang ada masih bisa melayani para penumpang, tiket kereta juga masih tersedia,” kata Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung Zunerfin.
Meski masih tersedia tiket kereta api, diakui Zunerfin ada peningkatan jumlah penumpang pada libur Tahun Baru Imlek kali ini. Kereta api tujuan Timur mulai dari kelas ekonomi seperti KA Pasundan, dan KA Kutojaya Selatan hingga kereta api kelas komersial seperti KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Lodaya, dan KA Mutiara Selatan juga banyak diminati penumpang.
Daop II juga mengaku akan meningkatkan pengawasan jalur selatan khususnya di daerah rawan pergerakan tanah.
”Pengawasan dilakukan lebih intensif, terutama seusai hujan turun dengan mengerahkan juru periksa jalur di kawasan rawan pergerakan tanah,” kata Zunerfin.
Selain itu juga ditempatkan penjaga khusus di sejumlah jembatan yang panjang seperto di Jembatan Cisomang, Terowongan Maswati, serta di jalur Cianjur – Sukabumi. Menurut dia kawasan rawan gerakan tanah berada di jalur selatan maupun di barat.
Di wilayah barat, antara lain di kilometer (KM) 107 sekitar kawasan Ciganea Purwakrta. Kemudian KM 76, wilayah Cianjur-Sukabumi, yaitu Cibeber-Lampegan. Sedangkan di wilayah timur juga terdapat titik rawan. Lokasinya, tuturnya, di wilayah Bumi Waluya, yaitu Garut-Tasikmalaya.
PT KAI juga menyiapkan tim Petugas Pemeriksa Jalan. Tim akan melakukan pengawasan kondisi jalur, persinyalan, dan hal lain yang berkaitan dengan perjalanan KA. ”Tim tersebut terus bergerak dan bekerja mulai pemberangkatan KA pertama hingga KA terakhir setiap harinya,” katanya. Selain itu ada beberapa perlintasan yang berlokasi di daerah banjir seperti Rancaekek dan Haurpugur.
Di Indonesia, tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres No 19/2002 dan mulai dirayakan sebagai hari libur nasional sejak 2003. (bbs/fik)













