
darikita.com, JAKARTA – Kinerja perseroan sepanjang pertengahan 2015 PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tbk, stagnan akibat perubahan kondisi ekonomi di Indonesia. Pendapatan kuartal 1 tahun sebelumnya mendapat laba bersih sebesar US$176,97, sedangkan pendapatan sekarang berkisar US$ 109,4 Juta. Adanya penurunan 38% dari tahun sebelumnya. Ditambah lagi melorotnya 13,4% pendapatan bersih perseroan.
Senilai US$ 804,46 Juta, menjadi US$ 696,37 Juta dan itu membuat laba sebelum pajak mencapai US$ 149,25 Juta. Hal itu jauh lebih rendah dari sebelumnya US$ 225,54 Juta. Lemahnya sektor tersebut juga dipengaruhi rugi perubahan nilai wajar derivatif sebesar US$ 2,69 Juta dari US$ 2,56 Juta. Dan lagi bertambahnya beban keuangan perseroan yang asalnya US$ 6,66 Juta jadi US$ 21,61 Juta.
Seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com jumat (10/7), Direktur Investment Planning & Risk Management PGN Muhammad Wahid Sutopo, menilai kinerja tiga bulan pertama pada tahun ini dinilai belum positif. “Saya lihat kondisinya tidak beda jauh dari triwulan I, itu refleksi yang lebih akurat. Kami berharap masih ada improvement dari triwulan I kemarin,” ujarnya.
Dirinya menyiapkan strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan, dengan melakukan diversifikasi usaha dan menambah jumlah pelanggan baru. Namun modal belanja yang dikeluarkan akan dipotong.”Tahun ini, belanja modal sekitar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta. Kami lihat sesuai dengan kondisi ekonomi nasional, berapa besar kebutuhan sekarang,” ucapnya. (Ravi/dk)












