banner

Tekan Dampak Negatif Internet terhadap Anak

darikita 27 Juli 2015
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES INTERNET SEHAT: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) didampingi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Jabar Netty Heryawan menunjukkan selebaran internet sehat bagi anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (26/7).
vertical banner
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES INTERNET SEHAT: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) didampingi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Jabar Netty Heryawan menunjukkan selebaran internet sehat bagi anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (26/7).
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
INTERNET SEHAT: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kanan) didampingi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Jabar Netty Heryawan menunjukkan selebaran internet sehat bagi anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Jalan Ir. H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (26/7).
Gubernur: Orang Tua Perlu Tingkatkan Pengawasan

darikita.com, COBLONG – Kemudahan mengakses internet baik melalui komputer maupun smartphone mengkhawatirkan bagi perkembangan anak. Pasalnya penggunaan internet tanpa disertai filter atau bimbingan orang tua akan berdampak buruk pada kejiwaan anak.

AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES KAMPANYE: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama Ketua P2TPPA Jabar Netty Heryawan membagikan selebaran internet sehat.
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
KAMPANYE: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama Ketua P2TPPA Jabar Netty Heryawan membagikan selebaran internet sehat.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) Jabar Netty Heryawan mengatakan, dampak internet selain memiliki manfaat juga bisa berpengaruh buruk. Terlebih di dalam internet banyak sekali memuat konten yang bersifat negatif.

Menurutnya, selain pornografi di internet juga banyak sekali game yang sebetulnya bukan diperuntukan kepada anak, namun kebanyakan anak sudah bisa memainkannya.

”Ini sangat buruk dan tidak bisa dibiarkan, untuk itu butuh peran orang tua dan lingkungan untuk melakukan pengawasan,” jelas Netty di sela peringatan Hari Anak Nasional di Car Free Day (CFD) Dago kemarin (26/7).

Dirinya menuturkan, saat ini kekerasan seksual terhadap anak mendominasi kasus-kasus yang ditangani pemerintah Pemprov Jabar melalui P2TPPA Jabar.

Dirinya menyebutkan, sampai dengan Juni 2015 ini, P2TPPA Jabar telah menangani 55 kasus kekerasan seksual pada anak. Dari jumlah tersebut, artinya kasus kekerasan saat ini sangat dominan.

”Ini juga baru satu lembaga dan untuk kasus lainnya bisa di cek pada lembaga lainnya,” kata dia.

Melihat kondisi ini, lanjut dia, pemerintah bersama masyarakat harus memiliki kewajiban untuk terus mengampanyekan kepada masyarakat agar mengampanyekan penggunaan internet oleh anak secara bijak.

Netty menilai, kasus seperti penjualan PSK di bawah umur juga memanfaatkan dari kemajuan teknologi yang sekarang sudah sangat bebas dan canggih.

Banyak dari beberapa kasus terjadi akibat dari pengaruh internet seperti penculikan, penjualan bayi, aborsi, traficking dan lainnya

”Inikan semua menimpa pada anak-anak dan kita sebagai orang tua jangan hanya bersiam diri saja,” kata dia.

Senada dengannya, Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan, membimbing dan mengawasi anak bukan saja memperhatikan perkembangan kesehatannya. Akan tetapi perkembangan physikologisnya juga harus diperhatikan setiap harinya.

”Kita ingin perkembangan physikologis dan biologis anak-anak Indonesia tumbuh dengan baik dan tepat waktu,” ujar Heryawan.

Dirinya mengkhawatirkan, akibat pengaruh internet dan informasi lainnya seorang anak akan tumbuh dan berkembang sebelum waktunya, baik secara phisikologis maupun Biologisnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sebagai fungsi bimbingan dan pengwasan terhadap anak dengan cara diajak berdialog secara naik dengan kasih sayang.

Selain itu, penggunaan internet oleh anak harus diawasi dan dikontrol terus. Salah satunya dengan cara menempatkan perangkat komputer di tempat yang mudah dilihat. Seperti ruang keluarga dan jangan ditempatkan di kamar anak.

Selain itu, untuk penggunaan android pada anak harus dilakukan pembatasan. Jangan sampai anak yang belum cukup pengetahuannya sudah memegang android. Selain dengan mengontrol melalui perangkat software yang terkoneksi dengan antara gadget anak dan orang tuannya.

”Ini yang saya lakukan di rumah, sehingga pengawasan terhadap anak dalam menggunakan internet bisa diawasi setiap saat,” tutup Heryawan. (yan/adv/fik)

Untuk Anda
Terbaru