banner

Tiga Korban Telah Ditemukan, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

darikita 18 Mei 2017
PENCARIAN KORBAN: Dua orang anggota tim SAR saat melakukan pencarian korban yang tersapu ombak di pantai selatan, Garut, kemarin. Dari lima, tiga orang korban telah ditemukan.
vertical banner

Siswa MTS Hidayatullah ini berkunjung ke Kecamatan Caringin Garut pada hari Senin (15/5) bersama rombongan dengan total 23 santri ditambah satu pengasuh dan dua sopir.

Imat Ruhimat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebutkan, nama-nama kelima siswa MTS Hidayatullah yang menghilang pada Selasa itu antara lain Faisal Ramadhan, 16, Kholid Abdul Hasan, 16, dan Wisnu Dwi, 16. Ketiganya diketahui warga Depok. Sementara itu korban lain, Saefullah Abdul Aziz, 16, tercatat warga Kota Bandung, dan Rijal Amrullah, 16, warga Tangerang.

Sementara itu, beberapa titik di pantai di Garut selatan merupakan wilayah yang berbahaya untuk aktivitas berenang maupun bermain. Salah satunya yang belum dijamah oleh Pemerintah Kabupaten Garut, di antaranya Pantai Bobos dan Pantai Karangpapak yang tergolong cukup berbahaya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Periwisata Budi Gan Gan. Menurutnya, beberapa pantai yang belum ditetapkan oleh pemerintah merupakan daerah yang cukup rawan.

”Sebetulnya di sana (Pantai Bobos dan Karangpapak) tidak untuk aktivitas berenang karena berbahaya,” katanya saat ditemui di lingkungan Setda, baru-baru ini.

Sebenarnya kata Budi, untuk rambu-rambu pelarangan sudah dipasang dua tahun lalu untuk daerah-daerah yang rawan. Khususnya daerah-daerah yang kemarin terjadi insiden tiga orang terseret ombak. ”Kita sudah pasang, tapi kadang tidak diindahkan oleh para pengunjung,” tandas Budi.

Daerah-daerah tersebut selain sudah dipasang sebagai kawasan larangan berenang juga hampir semua pantai kata Budi, sudah dilakukan pemasangan rambu-rambu. ”Hampir semua sudah dipasang, termasuk di Pantai Santolo dan Rancabuaya,” katanya.

Tidak hanya rambu-rambu pelarangan yang sudah dipasang, Disparbud juga sudah menempatkan puluhan Balawista (badan penyelamat wisata tirta) yang ditempatkan di beberapa objek wisata.

Untuk Anda
Terbaru