Polisi Amankan Empat Orang
darikita.com – Tiga wartawan media online ditembak di kawasan Kampung Kubur, Medan Petisah, saat melakukan peliputan, kemarin dini hari. Ketiga wartawan yang terkena peluru yakni Nicolas Saragih, 24, tertembak di bagian kening dan pipi sebelah kanan, Arifin Tanjung, 34, tertembak di bagian dagu, dan Fahrizal, 25, mengalami luka tembak di bagian leher kiri.
Hingga kemarin petang, dua dari tiga wartawan media online itu masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara. Mereka adalah Nicolas Saragih dan Arifin Tanjung. Keduanya masih harus dirawat inap, pasca operasi pengangkatan proyektil mimis berwarna kuning yang menempel di pipi, dagu dan kening mereka.
Sementara rekan mereka, Fahrizal, sudah diperbolehkan pulang setelah luka tembak di bagian leher sebelah kanannya dianggap tidak membahayakan. Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, proyektil peluru sempat menancap di kening Nicolas. Sementara di dagu Arifin juga masih tertancap proyektil. “Kami ditembak dari jarak 3 meter. Aku sudah berusaha mengelak, tapi tetap kena,” ujar Nicolas.
Saat kejadian itu, dia bersama kedua rekannya mendapatkan informasi ada korban pembegalan di wilayah hukum Polsekta Medan Baru. Kemudian mereka ikut bersama petugas ke lokasi kejadian di Jalan KH Zainul Arifin, Kampung Kubur, Medan Petisah.
Saat tiba di lokasi, mereka terpisah dari petugas kepolisian yang sedang melakukan penyisiran. Namun naas, sejumlah pemuda yang sedang berkumpul langsung menembaki para korban secara membabi buta dengan menggunakan airsoft gun.
Setelah korban ditembaki, sejumlah pria ikut memukuli ketiga korban. Selain luka tembak, korban juga mengalami luka lebam sekujur tubuh. “Kami sudah mengaku wartawan, saat mereka memukuli kami. Tapi mereka tetap memukuli kami,” sambungnya.
Beruntung, polisi yang melakukan penyisiran mendengar suara tembakan dan langsung menolong para korban.
Atas kejadian itu, Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan dan Polsekta Medan Baru melakukan penggeledahan di kawasan Kampung Kubur. Pantauan di lokasi, puluhan petugas bersenjata lengkap meringsek masuk ke kawasan padat penduduk itu. Satu demi satu rumah yang dicurigai diperiksa polisi.
Kehadiran polisi pun membuat banyak warga panik. Termasuk sejumlah balita yang langsung menangis dan mencari orangtua mereka, ketika polisi datang. Akan tetapi, ada pula sejumlah orang yang terlebih dahulu mengetahui kehadiran polisi, berhasil melarikan diri dari lokasi yang memiliki banyak akses keluar masuk itu. ’’Polisi mau gerebek,” teriak sejumlah pemuda sembari meninggalkan lokasi Kampung Kubur.
Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan empat orang. Di antaranya berinisial R, yang diakui sebagai tersangka penembakan terhadap tiga wartawan media online. ’’Iya ada empat orang yang diamankan. Mereka pemakai narkoba. Tapi setelah kita periksa di lokasi, satu orang adalah pelaku penembakan terhadap tiga wartawan. Pelaku berinisial R,’’ kata Kapolresta Medan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto usai memimpin penggerebekan tersebut.
Selain keempat tersangka, Mardiaz mengaku pihaknya juga mengamankan barang bukti delapan paket sabu-sabu, 40 paket ganja, 10 unit sepeda motor, 25 unit mesin judi jackpot, ratusan koin, dan sejumlah senjata tajam. ’’Pelak dan barang bukti kita bawa Polresta Medan untuk proses lebih lanjut,’’ ujarnya.
Pihaknya juga masih melakukan pengejaran terhadap satu rekan pelaku yang diduga ikut serta dalam penembakan itu. ’’Pelaku yang kabur juga membawa senjata yang digunakan untuk menembak korban,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Komisaris Besar Helfi Assegaf memaparkan, kejadian ini masih diselidiki. Petugas sudah melakukan pengecekan dan penyelidikan di lokasi kejadian. “Petugas mengamankan barang bukti 1 butir peluru mimis warna kuning,” jelasnya.
Helfi menyebutkan, pelaku penembakan dengan airsoft gun ini dapat dijerat dengan Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951. Ancamannya maksimal 10 tahun penjara. (gus/adz/vil)













