banner

Tol Dalam Kota Bandung Bakal Segera Dibangun

darikita 15 September 2016
PENGERJAAN: Sejumlah pengendara melintasi jembatan layang exit tol Gedebage, Kota Bandung, Selasa (13/9). Pengerjaan exit tol Gedebage mesti dipercepat agar mempermudah akses kendaraan saat pembukaan PON XIX 2016.
vertical banner

BANDUNG – Kemacetan arus lalu lintas di Kota Bandung bakal teratasi dengan adanya jalan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Tol Road(BIUTR). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan, pembangunan fisik BIUTR dijadwalkan akan dimulai pada November 2017.

”Rencananya pembangunan BIUTR akan dimulai dari pintu keluar Tol Pasteur hingga ujung jembatan layang Pasupati (Pasteur Surapati),” kata Iwa Karniwa di Bandung kemarin (14/9).

Dia menuturkan jalur BIUTR Pasteur-Cileunyi yang memiliki panjang 20,6 kilometer ini akan melintasi lahan milik sejumlah lembaga dan kementerian. ”Dan saat melintas di Surapati atau searah dengan Gedung Sate jalan tol akan berupa elevated atau dibuat seperti terowongan. Soalnya tol tidak boleh lebih tinggi dari bangunan heritage,” katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat berencana memperbaharui green book investasi untuk memasukkan kembali proyek pembangunan BIUTR.

Dia mengatakan, proses pembangunan Tol Dalam Kota Bandung ini terus berjalan dimana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah menyusun jadwal tahapan pembangunan. ”Dan bulan ini dilakukan update penyusunan green book, jadi proyek ini akan ditawarkan ke investor,” katanya.

Dia memperoleh kepastian ini usai menggelar rapat dengan Balai Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah VI DKI-Jabar-Banten PUPR. ”Jadi pusat berharap bisa bergegas membangun ini karena sudah intensif dengan pihak Jepang terkait rencana pembiayaan. Desember rencananya akan ada penandatanganan kerjasama dengan JICA untuk BIUTR,” kata dia.

Apabila dua hal ini selesai, kata Iwa, maka pemerintah pusat akan segera menyeleksi konsultan yang menggarap Details Engineering Design (DED) tol tersebut sepanjang Desember 2016-Februari 2017.

”Lalu kementerian akan melakukan kajian dan appraisal untuk menentukan harga lahan. Proses kajian ini bisa memakan waktu sampai enam bulan,” ujarnya.

Untuk Anda
Terbaru