Dia mengambil contohnya kebijakan tentang kedaulatan pangan yang mendapat dorongan penuh dari DPR yang meminta agar kementrian mengeluarkan Perpres dengan mengakomodir hasil produksi pertanian dari petani lokal bahkan Hasilnya sudah cukup menekan ketergantungan hasil pertanian dari luar negeri.
”Sebelumnya kita impor 3 jutaan ton jagung sudah berkurang impornya menjadi 900.000-an ton. Luar biasa senangnya petani kita,” ucap Zulkifli.
Sementara itu, KH. Muhammad Syafii Antonio mengatakan, kebangkitan umat Islam melalui bidang perekonomian bisa tegak apabila kekuatan ekonominya memiliki kemandirian. Bahkan dalam menggunakan produk umat Islam harus mampu menggunakan produk lokal.
Dia mengungkapkan, pada sisi penguasaan ekonomi syariah termasuk ke dalam jihad Allah. Kalau pun belum sepenuhnya dilakukan, kata dia, baiknya harus mulai step by step. ”Tidak mungkin kita menyelenggarakan jihad tanpa adanya pendanaan,” pungkas Antonio. (yan/rie)













