banner

Waspada Tren Pencurian Naik

darikita 5 September 2015
HAMKA SAPTONO/JPG POTONG SENPI: Polisi bersama petugas bea Cukai memusnahkan barang bukti senjata api yang disita di KPPBC B Pontianak, Rabu (26/8) lalu.
vertical banner
HAMKA SAPTONO/JPG  POTONG SENPI: Polisi bersama petugas bea Cukai memusnahkan barang bukti senjata api yang disita di KPPBC B Pontianak, Rabu (26/8) lalu.
HAMKA SAPTONO/JPG
POTONG SENPI: Polisi bersama petugas bea Cukai memusnahkan barang bukti senjata api yang disita di KPPBC B Pontianak, Rabu (26/8) lalu.
Tidak Pandang Bulu, Ranmor Mulai Bersenpi

darikita.com, CIMAHI – Warga Kampung Citopeng, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi dibuat resah. Sebab belakangan ini sering terjadi tindak pencurian, tidak hanya kendaraan bermotor, pencuri juga kerap menggasak barang-barang apa saja yang ditemuinya.

”Bagaimana tidak resah. Dalam semalam pernah terjadi dua kali tindak pencurian. Saya juga hampir jadi korban saat sepeda yang disimpan di depan rumah diambil pencuri tapi keburu kepergok. Pencurinya berhasil kabur sebelum dikepung warga,” papar Edi Kusnaedi, warga setempat, kemarin (4/9).

Sebelumnya juga pernah terjadi aksi pecah kaca mobil dan korbannya harus kehilangan beberapa barang berharga dalam tas yang disimpan di mobilnya. ”Yang jadi korban mertua saya, tetangganya juga turut jadi korban karena accumobil berhasil digasak pelaku,” paparnya lagi.

Dia mengatakan, para pelaku melakukan aksinya di atas jam 12 malam. Mereka beraksi ketika hansip dan warga setempat lengah. ”Biasanya kejadiannya antara jam 1 sampai 4 subuh. Kalau di bawah jam 12 mungkin mereka takut karena lingkungan warga masih ramai,” ujarnya.Menurut dia, barang-barang yang diambil bukan hanya yang berharga saja. Cetakan martabak yang disimpan di luar rumah pun turut dibawa maling. ”Tidak pandang bulu. Masa cetakan martabak yang disimpan di roda juga hilang dicuri,” jelasnya.

Aksi pencurian terbaru dialami pemilik rumah makan di Jalan Kebon Kopi Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan yang terjadi pada Selasa (1/9) malam lalu. Bahkan pelaku yang membawa dua pucuk senjata api sempat mengancam korban dan menembakkan senjatanya.

”Pelaku terlihat sedang merusak kunci motor lewat CCTV, saat kami mengejarnya, pelaku mengeluarkan pistolnya dan mengancam kami. Dua selongsong peluru dimuntahkan dari pistol tersebut namun beruntung tidak mengenai kami,” ujar saksi sekaligus pegawai rumah makan, Zaki.

Menanggapi hal itu Kapolres Cimahi AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus gabungan dari Polres dan Polsek. Hingga Sejauh ini lanjut Dedy, anggotanya terus melakukan penyelidikan terhadap perkara yang terjadi belakangan ini termasuk dengan proyektil yang ditemukan dari TKP yang terjadi di kebon kopi selasa (1/9) lalu. ”Semoga dapat segera terungkap secepatnya,” kata Dedy di Mapolresta Cimahi Jalan Amir Mahmud kemarin (4/9).

Dedy menjelaskan, berkaitan dengan dengan sejumlah kejahatan yang menggunakan senjata api (senpi), sebenarnya sudah cukup banyak yang terungkap. ”Kami sudah ungkap sejak empat bulan ke belakang, mulai kasus curas toko emas, pelaku curanmor, maupun kejahatan lainnya yang pelakunya bersenpi, sudah banyak yang terungkap sebagaimana yang pernah dilakukan di Mapolres,” jelasnya.

Dilanjutkan Dedy, Untuk upaya preventif, pihaknya akan tingkatkan kegiatan patroli sabhara maupun kring reserse di daerah yang dinilai perlu pantauan khusus. ”Anggota kami yang berdinas, mereka senantiasa mobile di saat saat tertentu yang menurut analisis memerlukan pantauan khusus,” tuturnya.

”Tentunya kami juga berharap kepedulian dari segenap masyarakat, untuk menjaga properti atau barangnya masing masing. Misalnya menggunakan kunci ganda di kendaraan bermotor, memasang GPS (Global Positioning System), mengunci pagar saat akan istirahat maupun berpergian,” imbuhnya. (gat/rie)

Untuk Anda
Terbaru