
darikita.com, Kota Bandung, sedang memasuki perubahan iklim setelah lama mendapat kemarau. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menghimbau kepada warga untuk waspada terhadap perubahan iklim tersebut. Apalagi dengan berbagai virus yang akan muncul, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Perubahan tersebut, tentunya akan mempengaruhi metabolisme tubuh. Apalagi terhadap daya tahan tubuh. “Terutama virus yang menyerang pernapasan dan pencernaan. Warga harus lebih waspada di musim seperti ini,” papar Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Rksanagara.
Penggunaan masker dinilai dapat mengurangi virus yang masuk ke tubuh. Lanjutnya, virus akan lebih rentan terhadap tubuh yang sedang mengalami penurunan kondisi.
“Kita enggak tahu siapa yang bawa virus, karena yang paling mudah, penularan itu melalui udara. Saat peralihan musim seperti ini, kita juga harus menjaga kondisi tubuh. Bila perlu diberi asupan vitamin,” ujarnya.
Adapula laporan terkait cuaca yang diberikan oleh Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung. Melalui inilahkoran.com, M Iid selaku prakitawan BMKG Kota Bandung menyatakan, saat ini tengah memasuki masa peralihan.
“Hujan tidak intensif, tetapi ada. Ini wajar tetapi kita tetap harus waspada. Kita memprediksi musim hujan baru akan terjadi pada Desember. Di bulan-bulan ini hujan sesekali turun saja,” jelasnya. (Ravi/dk)













