banner

McLaren Babak Belur

darikita 22 Juni 2015
ISTIMEWA BINCANG: Pembalap Formula 1 McLauren-Honda Fernando Alonso bersama Jenson Button tengah berbincang usai menjalani kualifikasi GP Australia, beberapa hari yang lalu.
vertical banner
ISTIMEWA BINCANG: Pembalap Formula 1 McLauren-Honda Fernando Alonso bersama Jenson Button tengah berbincang usai menjalani kualifikasi GP Australia, beberapa hari yang lalu.
ISTIMEWA BINCANG: Pembalap Formula 1 McLauren-Honda Fernando Alonso bersama Jenson Button tengah berbincang usai menjalani kualifikasi GP Australia, beberapa hari yang lalu.
Alonso dan Button Start dari Pitlane

Darikita.com, SPIELBERG – Selama musim ini adalah hal biasa melihat duo Mercedes mendominasi di depan. Begitu pula pada kualifikasi GP Austria kemarin. Lewis Hamilton mencatat waktu tercepat 1 menit 8,455 detik dan Nico Rosberg tepat di belakangnya.

Juga, adalah hal biasa melihat dua mantan juara dunia, Fernando Alonso dan Jenson Button yang membela McLaren-Honda terlihat seperti pecundang. Namun, yang terjadi pada GP Austria kali ini benar-benar parah buat mereka. McLaren babak belur.

Ya, balapan hari ini akan banyak diwarnai dengan pembalap yang terkena penalti. Lebih banyak ketimbang seri sebelumnya di Kanada. Button dan Alonso terkena penalti paling parah. Mereka terkena grid penalty sekaligus race penalty. Kemudian, pasangan Red Bull-Renault Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat terkena sanksi grid penalty masing-masing 10 posisi karena penggantian komponen mesin.

Keputusan McLaren mengganti empat komponen utama mesin jelang GP Austria berbuntut sanksi. Masalah teknis di akhir sesi latihan kedua memaksa tim mengganti ICE, MGU-K, MGU-H, dan turbocharger MP4-30 besutan pembalap Inggris tersebut. Akibatnya, secara akumulasi juara dunia 2009 itu harus terkena sanksi grid start mundur 25 tempat dari hasil kualifikasi.

Sanksi tersebut menyusul masih sama yang menimpa Alonso setelah terkena penalti mundur 20 tempat di grid karena penggantian komponen power unit Jumat (19/6). Ditambah lima tempat lagi lantaran kerusakan di sesi latihan ketiga memaksanya mengganti gearbox.

Karena besarnya sanksi, penalti tersebut tak cukup untuk diberlakukan hanya di grid. Alhasil, keduanya harus memulai start dari pitlane atau drive-trough start. Alonso sendiri yang finis ke-15 di sesi kualifikasi kemarin menyatakan, tidak berharap apa-apa dari balapan hari ini dan menganggapnya sebagai ajang uji coba saja. ”Prioritas balapan akhir pekan ini adalah pengembangan dan bukan hasil,” katanya.

Sementara itu, sama-sama mengalami insiden dalam kualifikasi, Hamilton dan Rosberg memulai lomba dari grid terdepan hari ini. Hamilton langsung mencatatkan waktu terbaik di usahanya yang pertama di sesi kualifikasi tiga (Q3). Selisih waktunya tipis, 0,2 detik dari Rosberg. Namun, W06-nya melintir saat melibas tikungan pertama saat akan memperbaiki catatan waktunya di usaha berikutnya. ”Aku beruntung bisa melakukan lap ketiga di Q3. Aku terus memaksa untuk lap berikutnya dan roda belakangku terkunci. Awalnya aku menduga kehilangan pole-ku karena insiden tersebut,” jelasnya.

Rosberg lebih cepat dari Hamilton di sektor pertama, lalu mencapai puncaknya di sektor kedua. Namun, insiden yang nyaris sama dengan Hamilton di tikungan terakhir membuat pembalap Jerman itu harus puas start di tempat kedua.

Melengkapi baris terdepan adalah Sebastian Vettel (Ferrari). Waktu terus membaik sejak sesi latihan pertama Jumat lalu. Sayang, yang terbaik hanya cukup memboyongnya ke posisi ketiga dengan selisih 0,155 dari Rosberg.

Pemegang pole position tahun lalu Felipe Massa berakhir di tempat keempat sesi kualifikasi. Ditempel ketat pembalap yang baru menjuarai balapan ketahanan Le Mans 24 Jam Nico Hulkenberg (Force India-Mercedes) di urutan kelima. Posisinya memisahkan Massa dengan rekan setimnya Valtteri Bottas di tempat keenam. (cak/ham/mio)

Untuk Anda
Terbaru