darikita.com, SUMUR BANDUNG – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Barat mencatat penemuan uang palsu di Jawa Barat sepanjang 2015-2016 sebanyak 18.007 lembar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPw Bank Indonesia Provinsi Jabar Mikael Budisatrio saat Sosialisasi Penjelasan Spesifikasi Fitur Keamanan uang Rupiah NKRI Tahun Emisi 2016 di KPw BI Jabar, Jalan Braga, Kota bandung kemarin (9/1).
Menurut Mika – sapaan Mikael Budisatrio, para pelaku paling banyak memalsukan nominal Rp 50 ribu. Menurut dia, para oknum menginginkan untung yang banyak.
”Sekali cetak, nomor serinya hanya satu. Sehingga semua palsu yang sudah tertangkap diserahkan oleh kepolisian kepada Bank Indonesia. Lalu dari Bank Indonesia diserahkan kepada Bareskim, kemudian dipetakan uang palsu itu diedarkan dimana saja. Dan pengedar it uterus diusut hingga ketangkap pencetaknya,” ujar Mika.
Menurut dia, di Jabar, Kabupaten Indramayu menjadi daerah dengan temuan uang palsu tertinggi yakni sebanyak 5.400 lembar. Pada 2015, ditemukan 15 lembar uang palsu dari setiap 1 juta lembar uang. Sedangkan pada 2016 jumlah tersebut turun menjadi 6 lembar uang palsu dari setiap 1 juta lembar uang.
Dari temuan terakhir selain Kabupaten Indramayu yang menempati posisi terbanyak, tiga kota yang paling banyak ditemukannya uang palsu adalah Kabupaten Sukabumi dengan 3.100 lembar, Kabupaten Garut 1.900 lembar, dan Kota Bandung 1.800 lembar.
Lebih lanjut dia menjelaskan, uang NKRI emisi 2016 memiliki pengamanan terbaik. Dalam uang tersebut terdapat beberapa unsur pengaman. Diantaranya, tanda air (watermark), benang pengaman (security thread), tulisan mikro (mikro teks dan mini teks), color shifting yakni tinta akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.













