banner

Rendam Ratusan Rumah, Warga Kabupaten Bandung Bosan Kebanjiran

darikita 27 Februari 2017
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES DAMPAK BANJIR BANDANG: Area pesawahan yang rusak akibat banjir bandang di Kampung Cikoneng, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jumat lalu (24/2). Penyebab banjir terjadi karena kerusakan ekosistem alam.
vertical banner

darikita.com, BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Selatan dan sekitarnya pada Sabtu (25/2) malam kemarin, berdampak banjir banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah Kabupaten Bandung. Ratusan rumah di dua kecamatan tersebut terendam air karena luapan Sungai Citarum dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga 1,5 meter.

Camat Baleendah Cep Azis Sukandar mengatakan, luapan Sungai Citarum ini mulai menggenangi rumah warga sejak Sabtu malam dengan ketinggian 150 sentimeter. Tidak hanya limpahan dari Kota Bandung, kawasan Baleendah pun memang hujan terus menerus dan merata di wilayah Kabupaten Bandung sejak pagi hari.

Dia mengatakan, sungai Citarum yang merupakan pertemuan antara sungai Cisangkuy dan Citarum tak mampu menampung besarnya volume air. Dampaknya, di Kecamatan Baleendah ada dua wilayah yang tergenangi yakni Kelurahan Baleendah dan Andir.

“Setelah mengetahui kedua wilayah itu terkena banjir, kami langsung melakukan penanggulangan, yang pertama mengevakuasi warga. Meskipun sudah ada terbiasa, namun kami tetap menyiapkan sejumlah tempat untuk pengungsian para korban banjir yaitu, Gor Inkanas dan Gor Kelurahan Baleendah,” kata Azis, kemarin.

Menurutnya, luapan Sungai Citarum biasanya menggenangi terlebih dahulu ke wilayah Cieunteung. Namun, saat ini luapan sungai tersebut terlebih dulu menggenangi wilayah Kecamatan Andir.

Selain menyiapkan beberapa titik pengungsian, jelas dia, pihak Kecamatan Baleendah bersama instansi lainnya seperti BPBD Kabupaten Bandung, TNI, Polri serta para relawan kebencanaan telah siap siaga. Mengantisipasi banjir susulan yang lebih besar, mengingat curah hujan hingga penghujung Februari ini masih tergolong tinggi.

Azis melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah terkait bencana banjir ini. Ia juga sudah mendapatkan informasi pembangunan danau retensi di Cieunteung untuk meminimalisir banjir tahunan dalam waktu dekat akan segera terealisasi.

Untuk Anda
Terbaru