banner

Rendam Ratusan Rumah, Warga Kabupaten Bandung Bosan Kebanjiran

darikita 27 Februari 2017
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES DAMPAK BANJIR BANDANG: Area pesawahan yang rusak akibat banjir bandang di Kampung Cikoneng, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jumat lalu (24/2). Penyebab banjir terjadi karena kerusakan ekosistem alam.
vertical banner

“Ya tahun ini katanya pembangunannya akan dimulai. Kalau tidak salah tinggal menunggu pembayaran saja dari pihak BBWS ke warga Kampung Cieunteung. Semoga saja cepat terlaksana pembangunan danau retensi itu, agar mengurangi beban Citarum di saat musim hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Kusnawati, 32, salah seorang warga Dayeuhkolot mengungkapkan, banjir ini merupakan banjir kedua dalam 2017 ini. Meskipun rumahnya terendam banjir, namun dirinya bersama kelurganya belum bergegas untuk mengungsi di tempat yang sudah disediakan di wilayah Dayeuhkolot. Sebab, banjir kali ini belum terlalu besar. Dia dan keluarganya memilih tinggal di rumahnya di lantai dua.

“Kami lebih baik bertahan di lantai dua, karena banjir belum begitu besar, dengan ketinggian di halaman rumah 80 sentimeter dan masuk rumah 30 sentimeter, sehingga kami belum beranjak ke tempat pengungsian,” paparnya.

Total, akibat pemukiman warga yang terendam banjir ini, sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) dari Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah terpaksa mengungsi. Sedangkan warga di Kecamatan Dayeuhkolot hingga hari ini masih bertahan di rumah masing-masing meski air masih menggenangi rumah mereka.

Asih Nana Supriatna, 29, salah seorang warga Desa Bojongasih mengatakan, hujan deras pada sabtu malam membuat rumahnya yang tak jauh dari Sungai Citarum terendam air. Dia mengaku terkejut melihat air dengan cepat masuk daerahnya yang memang salah satu desa langganan banjir.

“Hujan deras pada Sabtu itu mengakibatkan Citarum meluap dan masuk ke pemukiman. Saya berharap upaya normalisasi sungai kembali dilakukan sebelum banjir besar melanda,” kata Nana, kemarin (26/2).

Eman Sulaeman, 30, salah seorang warga Kelurahan Andir meminta pemerintah tidak tinggal diam melihat bencana banjir akibat luapan sungai Citarum kali ini. Sebab, jika terus dibiarkan, akan mengancam keselamatan dan harta benda milik mereka. Apalagi, banjir dikawasan tempatnya tinggal itu, bisa dikatakan sudah menjadi langgan setiap musim hujan. “Tadi malam air lebih dari 1 meter. Lebih dari 100 rumah milik warga terendam, akibatnya kami mengungsi,” katanya.

Untuk Anda
Terbaru