banner

Rendam Ratusan Rumah, Warga Kabupaten Bandung Bosan Kebanjiran

darikita 27 Februari 2017
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES DAMPAK BANJIR BANDANG: Area pesawahan yang rusak akibat banjir bandang di Kampung Cikoneng, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Jumat lalu (24/2). Penyebab banjir terjadi karena kerusakan ekosistem alam.
vertical banner

Di bagian lain, sering terjadinya banjir di sekitar PT Kahatex ditambah kemacetan parah di Rancaekek mengharuskan Balai Besai Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera mempercepat proses revitalisasi sungai Cikijing.

Wakil Gubernur Deddy Mizwar mengatakan, masalah banjir dan macet di wilayah itu setiap kali hujan selalu menimbulkan banjir dan kemacetan panjang. Normalisasi sungai Cikijing menjadi langkah nyata agar aliran air hujan akan dengan cepat mengalir ke sungai itu.

Dirinya menilai, percepatan proses revitalisasi sebetulnya sedang dilakukan pihak BBWS. Sebab sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Sumedang tersebut merupakan kewenangan pusat. Begitu pun jalan raya Rancaekek merupakan kewenangan kementerian PUPERA.

Dirinya memahami, selama ini banyak masyarakat yang melintas daerah tersebut mengeluhkan kemacetan parah yang terjadi di wilayah tersebut. Namun, saat ini Pemprov Jabar hanya bisa mendorong ke pemerintah pusat agar proses revitalisasi dan perbaikan jalan segera dilaksanakan.

“Masyarakat tahunya itu kewenangan Pemprov, sebenarnya bukan dan Pemprov tidak bisa berbuat banyak hanya terus mencoba berkomunikasi dengan pusat, ini harus paham dulu,” jelas Deddy, kemarin.

Deddy memaparkan, berdasarkan informasi BBWS saat ini sedang mengerjakan normalisasi sungai itu bahkan anggarannya sudah cair. Untuk itu dia meminta kepada BBWS agar pengerjaan bisa dimaksimalkan dengan memperhatikan kualitas.

Selain itu, Deddy juga meminta kepada PT Kahatex yang telah melakukan pelanggaran untuk segera menyelesaikan pembongkaran bangunan yang diputuskan telah mengganggu aliran sungai.

Deddy menuturkan, pembongkaran bangunan milik PT Kahatek ini sudah merupakan komitmen bersama antara Pemprov Jabar dan Kahatex dan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Oleh karena itulah, pihaknya berharap PT Kahatex bisa memiliki komitment kuat untuk membongkar bangunan di atas sempadan sungai Cikijing tersebut. Sehingga disinergikan dengan langkah normalisasi sungai di wilayah Rancaekek.

Untuk Anda
Terbaru