banner

Wisata Halal Hanya Tren

darikita 19 Desember 2016
WISATA RELIGI: Sejumlah jemaah menunaikan kewajibannya salat Dzuhur di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Masjin ini kerap dijadikan persinggahan wisatawan karena bangunan yang unik dan nyaman untuk melakukan aktivitas keagamaan.
vertical banner

Dia menjelaskan, makanan dengan sertifikasi halal ini jauh lebih sehat dibandingkan dengan makanan yang tidak halal. Demi mencukupi kesehatan, para wisatawan ini lebih memilih untuk wisata halal.

”Apalagi wisawan asal Malaysia, saat ini lebih memilih wisata halal. Mereka termasuk rewel untuk pemilihan penginapan,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini tercatat jumlah wisatawan asal Negeri Jiran tersebut cukup banyak ke Indonesia. Untuk indikator wisatawan ini, lanjut dia, patokannya sama dengan patokan halal dalam Islam.

Misalnya berbau masiat, tidak boleh ada minuman keras, harus menunjang pelaksanaan ibadah, kebersihan, keamaan dan pelaksanaan. Lalu, tempat wisata harus dekat dengan masjid. Lebih rinci dia menjelaskan, untuk wisata alam, para pengusaha harus bisa menjelaskan penghayatan terkait ketuhanan kepada pengunjung.

”Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih mengerti terkait perbedaan wisata halal atau tidak,” ujarnya.

Untuk restoran untuk mendukug wisata halal, minimalnya setiap daftar menu harus mencantumkan harga. Mulai dari bahan-bahan yang digunakan harus mencantumkan harga. Hal ini dilakukan, agar masyarakat tidak meras dibohongi setelah memakan makanan di restoran tersebut. (nit/fik)

 

Untuk Anda
Terbaru